MURIANETWORK.COM - Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG) yang paling dicari, dilaporkan tewas setelah bentrokan dengan militer Meksiko di Tapalpa, Jalisco, pada Minggu (22/2/2026). Kematian raja narkoba berusia 59 tahun itu memicu gelombang kekerasan dan kekacauan di sejumlah negara bagian, memaksa AS dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan darurat bagi warganya dan mengakibatkan pembatalan massal penerbangan internasional.
Eskalasi Kekerasan dan Peringatan Perjalanan
Berita meninggalnya El Mencho langsung diikuti oleh eskalasi ketegangan yang cepat dan luas. Blokade jalan oleh kelompok bersenjata muncul di berbagai wilayah, mengganggu lalu lintas dan menciptakan atmosfer ketakutan. Sektor transportasi udara pun tak luput dari dampak serius, dengan sejumlah bandara utama mengalami gangguan operasi.
Merespons situasi yang memburuk dengan cepat, pemerintah Amerika Serikat dan Kanada segera mengambil langkah. Kedua negara mengeluarkan imbauan resmi yang mendesak warganya di Meksiko untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait di banyak wilayah Meksiko, warga negara AS harus berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan dari bagian Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS yang dikutip dari media sosial X.
Pihak Kanada juga menyampaikan imbauan serupa, khususnya untuk warganya yang berada di wilayah-wilayah seperti Michoacan, Guerrero, dan Jalisco. Mereka diminta untuk tetap tenang namun waspada.
"Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan, dengan beberapa penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta," lanjut pernyataan dari pihak AS tersebut, menggarisbawahi dampak riil dari kerusuhan ini.
Dampak pada Penerbangan Internasional
Gelombang kekerasan tersebut membawa konsekuensi langsung dan nyata bagi konektivitas udara. Beberapa maskapai penerbangan besar dari Amerika Utara terpaksa mengambil langkah cepat dengan membatalkan atau mengalihkan rute mereka ke beberapa destinasi di Meksiko.
Maskapai AS seperti United Airlines, American Airlines, Southwest Airlines, dan Alaska Airlines mengumumkan pembatalan penerbangan. Dari Kanada, Air Canada serta WestJet melalui unit Sunwing juga melakukan hal serupa untuk rute menuju kota-kota seperti Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo. Situasinya begitu dinamis sehingga beberapa pesawat yang sudah dalam perjalanan terpaksa berbalik arah di udara. Southwest Airlines, misalnya, dilaporkan memutar balik empat penerbangannya yang menuju Puerto Vallarta dan berencana mengirim pesawat khusus untuk evakuasi setelah situasi dinilai kondusif.
Operasi Militer dan Akhir Sang Buronan
Di balik kekacauan ini, otoritas militer Meksiko memberikan sedikit penjelasan tentang operasi yang menewaskan buronan paling berbahaya itu. Menurut laporan, El Mencho mengalami luka serius selama baku tembak dengan pasukan keamanan di daerah Tapalpa. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan udara menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kematiannya menutup catatan panjang buronan yang kepalanya dihargai 15 juta dolar AS oleh pemerintah Amerika Serikat. Penghargaan sebesar itu mencerminkan tingkat ancaman dan pengaruh yang dimiliki pria tersebut dalam dunia kriminal global.
Profil El Mencho: Dari Buruh Tani ke Raja Narkoba
Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan panggilan El Mencho, adalah sosok yang kisah hidupnya menggambarkan metamorfosis gelap dari kemiskinan menjadi kekuasaan kriminal yang sangat besar. Lahir di kota pertanian kecil Aguililla, Michoacán, pada 17 Juli 1966, masa kecilnya diwarnai keterbatasan ekonomi. Ia harus berhenti sekolah setelah pendidikan dasar untuk membantu keluarganya memanen alpukat.
Perjalanan kriminalnya dimulai setelah ia merantau ke Tijuana, gerbang utama perdagangan narkoba ke AS. Dari sana, ia membangun jaringan penyelundupan sebelum akhirnya kembali ke Meksiko dan memasuki dunia kartel secara penuh. Catatan hukum menunjukkan ia pernah beberapa kali ditangkap dan dideportasi dari Amerika Serikat. Uniknya, dalam perjalanan karir kriminalnya yang berliku, El Mencho sempat menjadi anggota kepolisian di Tomatlán, Jalisco, sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.
Bergabung dengan Kartel Milenio, ia mengawali kariernya sebagai "sicario" atau pembunuh bayaran, menunjukkan bakat dan kekejaman yang cepat diakui. Namun, ambisinya lebih besar dari struktur organisasi yang ada. Setelah pimpinan Kartel Milenio tumbang, El Mencho memimpin pemberontakan dan pada awal 2011 mendirikan CJNG, yang dengan cepat berubah menjadi kekuatan dominan.
Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang pesat dari kelompok regional menjadi kekuatan transnasional yang ditakuti. Kartel ini dituding terlibat dalam spektrum kejahatan yang sangat luas, mulai dari penyelundupan narkoba khususnya fentanil yang mematikan penculikan, penyiksaan, hingga pembunuhan berantai. Pengaruhnya menjangkau hampir seluruh benua, menjadikan El Mencho sebagai salah satu tokoh kriminal paling signifikan di dunia pada masanya. Kematiannya, sementara menutup satu bab, membuka ketidakpastian baru mengenai masa depan lanskap kejahatan terorganisir di Meksiko dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Air Terjun Kali Jodoh di Pinrang: Pesona Alam dan Mitos Pencarian Jodoh yang Ramai Dikunjungi
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India
OSO Ungkap Kedekatan dengan Mahfud MD Berawal dari Persahabatan Lama dan Kesamaan Visi