MURIANETWORK.COM - Umat Islam di Yogyakarta dan sekitarnya yang akan menjalankan ibadah puasa pada Sabtu, 21 Februari 2026, perlu memperhatikan batas waktu makan sahur. Waktu imsak untuk wilayah tersebut hari ini ditetapkan pada pukul 04.16 WIB, memberikan jeda sepuluh menit sebelum azan Subuh berkumandang pukul 04.26 WIB. Memahami jadwal ini penting untuk mengoptimalkan ibadah, mengingat sahur merupakan sunnah yang penuh keberkahan.
Keutamaan dan Anjuran Makan Sahur
Dalam tradisi ibadah puasa, makan sahur menempati posisi yang sangat istimewa. Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk melakukannya, bahkan dengan porsi yang sederhana sekalipun. Anjuran ini bukan sekadar urusan pengaturan waktu, melainkan mengandung hikmah dan pembeda yang mendalam.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW:
“Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”
Sabda ini menegaskan bahwa keberkahan Allah SWT menyertai aktivitas sahur. Oleh karena itu, meski dengan berbagai alasan seperti rasa tidak nyaman pada perut, umat Islam dianjurkan untuk tidak mengabaikan momen ini. Melewatkan sahur berarti berpotensi kehilangan keberkahan yang dijanjikan.
Lebih dari sekadar makan di penghujung malam, waktu sahur sendiri adalah momen yang mulia. Saat kebanyakan orang terlelap, orang-orang yang bertakwa bangun untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ibadah di sepertiga malam terakhir ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.
Memahami Waktu Imsak dan Batas Sahur
Perlu dipahami dengan jelas bahwa waktu imsak bukanlah tanda dimulainya ibadah puasa. Imsak berfungsi sebagai pengingat atau alarm bahwa waktu Subuh hampir tiba. Selang waktu antara imsak dan azan Subuh seperti sepuluh menit di Yogyakarta hari ini masih diperbolehkan untuk makan dan minum, selama azan Subuh belum berkumandang. Ketepatan dalam mengakhiri santap sahur ini menjadi bagian dari kehati-hatian dalam menjalankan syariat.
Niat Puasa Ramadhan
Selain memperhatikan waktu, kesempurnaan puasa juga ditentukan oleh niat. Dalam mazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, niat merupakan salah satu rukun puasa. Penempatan niat yang sesungguhnya adalah di dalam hati, bukan sekadar pengucapan lisan. Meski demikian, melafazkannya dapat membantu menguatkan tekad dalam batin.
Berikut adalah lafaz niat puasa Ramadhan:
“Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhoona haadzihissanati lillahi ta'aala.”
Yang artinya: “Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT.”
Niat ini sebaiknya dibaca sebelum terbit MURIANETWORK.COM, dan dapat disempurnakan saat bersantap sahur. Dengan memadukan persiapan lahiriah berupa mengetahui jadwal dan batiniah melalui niat yang ikhlas, diharapkan ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan sempurna.
Artikel Terkait
Sassuolo Hajar Verona 3-0, Jay Idzes Jadi Pilar Pertahanan
FIFA dan UEFA Dilaporkan ke Mahkamah Pidana Internasional Soal Klub di Permukiman Disengketakan
Jadwal Imsak Makassar 21 Februari 2026 Pukul 04:42 WIB
Jadwal Imsak dan Salat Kota Jambi untuk 3 Ramadan 1447 H