Perlu dipahami dengan jelas bahwa waktu imsak bukanlah tanda dimulainya ibadah puasa. Imsak berfungsi sebagai pengingat atau alarm bahwa waktu Subuh hampir tiba. Selang waktu antara imsak dan azan Subuh seperti sepuluh menit di Yogyakarta hari ini masih diperbolehkan untuk makan dan minum, selama azan Subuh belum berkumandang. Ketepatan dalam mengakhiri santap sahur ini menjadi bagian dari kehati-hatian dalam menjalankan syariat.
Niat Puasa Ramadhan
Selain memperhatikan waktu, kesempurnaan puasa juga ditentukan oleh niat. Dalam mazhab Syafi'i, yang banyak diikuti di Indonesia, niat merupakan salah satu rukun puasa. Penempatan niat yang sesungguhnya adalah di dalam hati, bukan sekadar pengucapan lisan. Meski demikian, melafazkannya dapat membantu menguatkan tekad dalam batin.
Berikut adalah lafaz niat puasa Ramadhan:
“Nawaitu shouma ghodin 'an adaain fardhi syahri romadhoona haadzihissanati lillahi ta'aala.”
Yang artinya: “Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah SWT.”
Niat ini sebaiknya dibaca sebelum terbit MURIANETWORK.COM, dan dapat disempurnakan saat bersantap sahur. Dengan memadukan persiapan lahiriah berupa mengetahui jadwal dan batiniah melalui niat yang ikhlas, diharapkan ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan sempurna.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya
Menteri Pertanian Soroti Rembesan Gula Rafinasi yang Rugikan Petani dan BUMN