Novel Baswedan punya kekhawatiran serius. Mantan penyidik KPK itu angkat bicara soal kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Intinya, dia mendesak agar dibentuk tim gabungan pencari fakta yang benar-benar independen. Tanpa itu, menurut Novel, pengusutan kasus ini berisiko tidak jujur dan objektif.
"Saya mendukung dan mendorong agar dibentuk TGPF independen untuk mengungkap kasus penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus," tegas Novel lewat unggahan di akun X-nya, Rabu (8/4).
Dia bilang, bukti-bukti yang ada sebenarnya sudah sangat lengkap. Nah, di sinilah masalahnya. Novel khawatir kalau prosesnya cuma lewat pengadilan militer, penyelesaiannya bakal sekadar formalitas belaka. Alias, sekadarnya.
"Bila proses melalui peradilan militer hanya dilakukan sekadarnya, maka hal itu akan terlihat," ucapnya lagi.
Dan itu bukan akhir cerita. Menurut dia, tanpa TGPF dan jika ada upaya melindungi pelaku di ranah militer, masalah ini bisa jadi bom waktu. Bisa meledak dan jadi persoalan yang lebih pelik di kemudian hari.
Lalu, bagaimana kondisi kasusnya sekarang? Sehari sebelum Novel bersuara, tepatnya Selasa (7/4), Pusat Polisi Militer TNI mengklaim telah menyelesaikan penyidikan. Berkas perkara beserta para tersangka sudah dilimpahkan ke Oditur Militer II-07 Jakarta.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Presiden Prabowo Janjikan Harga BBM Subsidi Tetap Terjangkau