Menjelang libur panjang Lebaran 2026, Bank Indonesia (BI) mengumumkan sejumlah penyesuaian operasional. Hal ini menyusul keputusan pemerintah tentang hari libur nasional dan cuti bersama. Intinya, BI ingin memastikan layanan keuangan tetap bisa diakses masyarakat, meski dengan beberapa penyesuaian teknis. Periode libur ini berlaku dari 18 hingga 24 Maret 2026.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan infrastruktur perbankan. "Pengaturan ini bertujuan menjaga ketersediaan infrastruktur layanan perbankan selama periode libur," jelasnya, seperti dilansir Antara, Selasa (10/3/2026).
Nah, apa saja yang bakal terdampak? Ternyata, sejumlah sistem pembayaran utama BI akan berhenti operasi sementara. Sistem-sistem itu antara lain BI-RTGS, BI-SSSS, dan BI-ETP. Belum lagi seluruh layanan Sistem Kliring Nasional (SKNBI) juga ikut libur.
Konsekuensinya, untuk transaksi kliring, warkat debit di Zona 4 yang diserahkan pada 17 Maret, baru akan diselesaikan setelmennya pada 25 Maret. Jadi, ada jeda waktu yang perlu diperhitungkan.
Di sisi lain, kegiatan operasional lain juga ikut ditiadakan. Layanan kas BI, misalnya, tak beroperasi. Begitu pula dengan transaksi operasi moneter, baik yang berbasis rupiah maupun valuta asing. Pokoknya, aktivitas di area ini benar-benar pause untuk sementara.
Yang menarik, beberapa indikator keuangan penting juga tak akan terbit selama seminggu itu. Daftarnya lumayan panjang: JISDOR, kurs acuan non-USD/IDR, hingga berbagai varian INDONIA. Lantas, buat yang butuh patokan kurs? BI menyebutkan bahwa referensi yang dipakai adalah kurs dari hari kerja terakhir sebelum liburan.
Tapi jangan khawatir. Kabar baiknya, layanan BI-FAST tetap jalan seperti biasa. Artinya, transfer dana antarbank secara cepat masih bisa dilakukan sepanjang libur Lebaran. Ini tentu jadi angin segar buat masyarakat yang butuh transaksi mendesak di hari raya.
Semua penyesuaian ini bersifat sementara. Semua kegiatan operasional BI dijadwalkan kembali normal pada 25 Maret 2026. Jadi, meski ada jeda di sektor tertentu, BI memastikan layanan inti tetap berdenyut.
Artikel Terkait
Warga Italia Diamankan di Denpasar Usai Mengamuk Saat Ditilang, Polisi Rekomendasikan Deportasi
OREO Berbagi Seru Jangkau 7.000 Siswa di 7 Provinsi untuk Pemerataan Akses Pendidikan
Indonesia Dorong Perlindungan Warisan Budaya Takbenda Global Lewat Pencalonan di Komite UNESCO
Polda Papua Barat Daya Buru 7 DPO Pembunuh Dua Anggota Marinir di Maybrat