Di tengah dinamika global yang tak menentu, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya. Ia berjanji harga BBM bersubsidi bakal diupayakan tetap terjangkau, terutama untuk kalangan masyarakat miskin dan rentan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah rapat kerja yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu lalu.
Menurut sejumlah saksi yang hadir, Prabowo tak hanya fokus pada subsidi. Di sisi lain, ia juga memastikan pemerintah terus bergerak melakukan langkah-langkah konkret. Upaya pengendalian konsumsi dan pengamanan pasokan energi nasional disebutnya sebagai hal yang krusial dan tak bisa ditawar.
"Ini soal keberlangsungan hidup banyak orang," kira-kira begitu nada yang terdengar. Rapat kerja itu sendiri dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, membahas strategi menghadapi gejolak harga energi dunia yang kerap berfluktuasi.
Namun begitu, Prabowo tampak sadar betul akan kompleksnya tantangan yang dihadapi. Jaminan harga murah untuk BBM subsidi harus berjalan beriringan dengan pengelolaan pasokan yang cermat. Ia ingin kedua hal ini berjalan seirama, meski tekanan dari luar kerap datang tak terduga.
Pada intinya, pesan dari Istana itu jelas: perlindungan untuk warga kecil adalah prioritas. Tapi di balik itu, ada kerja keras menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar tak goyah diterpa badai ketidakpastian global.
Artikel Terkait
KPK dan Forum Sineas Banua Gelar Festival Film Antikorupsi di Banjarmasin
Kasus Andrie Yunus Dorong Uji Materi UU Peradilan Militer di MK
KPK Periksa Sejumlah Pengusaha Rokok Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai
Program Koperasi Desa Merah Putih Ditarget Serap 1,4 Juta Pekerja dari Penerima PKH