Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026, Biaya Jemaah Tetap Turun

- Kamis, 09 April 2026 | 02:30 WIB
Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026, Biaya Jemaah Tetap Turun
Berita Terkini

Pemerintah Pastikan Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026

Kabar baik untuk calon jemaah. Pemerintah, lewat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), memastikan tidak akan membebankan lonjakan harga avtur kepada mereka yang berangkat tahun depan. Keputusan ini datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Alih-alih membebani jemaah, pemerintah akan menanggungnya melalui APBN.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan hal ini usai bertemu di Istana Kepresidenan, Rabu lalu. Suasana di kompleks istana tampak sibuk, namun Dahnil menyempatkan diri memberikan penjelasan.

"Presiden memutuskan kenaikan-kenaikan itu akan ditanggulangi oleh APBN," ujarnya.

Menurutnya, pembicaraan juga akan melibatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk urusan teknis pengelolaan dananya. "Nanti juga kita bicara dengan BPKH terkait dengan pengelolaan keuangan haji," tambah Dahnil.

Lonjakan biaya yang harus ditanggung negara ini cukup signifikan. Dahnil menjabarkan, maskapai Garuda Indonesia mengajukan kenaikan sekitar Rp7,9 juta per jemaah. Tak ketinggalan, Saudia Airlines juga meminta penyesuaian sebesar 480 dolar AS, atau kurang lebih Rp8 juta per orang.

Kalau dihitung-hitung, beban APBN untuk menutupi selisih ini bisa mencapai angka fantastis: sekitar Rp1,77 triliun. Namun begitu, Dahnil menegaskan bahwa angka ini masih bersifat sementara. "Perhitungan lebih rinci akan dihitung ulang kembali," katanya. Soal teknis pembayarannya pun masih akan dibahas lebih lanjut.

Keputusan ini jadi menarik, karena justru diumumkan di saat pemerintah sendiri baru saja menyatakan akan memotong biaya haji. Dalam sebuah rapat kerja besar di Istana Negara, sehari sebelumnya, Prabowo menyampaikan komitmennya.

"Yang sudah kita putuskan adalah... kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta," tegas Presiden di hadapan para menteri dan pejabat tinggi negara.

Langkah ini disebutnya sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, terutama calon jemaah dari kalangan biasa. Di tengah gejolak harga avtur yang melambung, pemerintah justru berani menurunkan biaya. "Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini," ujar Prabowo. Itu, katanya, wujud nyata komitmen melindungi rakyat.

Kenaikan harga avtur yang jadi pangkal persoalan ini sendiri sudah berlaku sejak awal bulan. Pertamina menetapkan kenaikan rata-rata 70% untuk rute domestik dan 80% untuk internasional per 1 April 2026. Angkanya jadi jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

Sebagai gambaran, harga per liter avtur domestik yang semula sekitar Rp13.656, melonjak jadi Rp23.551. Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, kenaikannya bahkan hampir tiga kali lipat. Situasi inilah yang kemudian memicu kekhawatiran dan akhirnya direspons dengan kebijakan terbaru ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar