Pantai Panrang Luhu Bulukumba: Pesona Alam, Sejarah Kapal Phinisi, dan Legenda Ratu Sangkawana

- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:00 WIB
Pantai Panrang Luhu Bulukumba: Pesona Alam, Sejarah Kapal Phinisi, dan Legenda Ratu Sangkawana

Ragam Aktivitas untuk Pengunjung

Pantai ini tidak hanya tentang pemandangan pasif. Bagi yang ingin beraktivitas, perairannya yang jernih cocok untuk snorkeling ringan menyaksikan biota laut. Memancing, menyewa kapal untuk berkeliling, atau berkemah di area yang ditentukan juga menjadi pilihan populer. Tentunya, berburu foto matahari terbit dengan siluet kapal Phinisi adalah aktivitas wajib yang sayang untuk dilewatkan.

Fasilitas dan Aksesibilitas

Meski berusaha mempertahankan kesan alami, Pantai Panrang Luhu telah dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai. Pengunjung dapat menemukan kamar mandi umum, musala, gazebo, serta beberapa warung makan. Penyewaan alat snorkeling, perlengkapan berkemah, dan kapal juga tersedia di lokasi.

Akses menuju pantai ini terbilang mudah. Dari Kota Makassar, perjalanan darat menuju Bulukumba memakan waktu sekitar empat hingga lima jam. Dari pusat kabupaten, perjalanan dilanjutkan sekitar satu jam ke arah Pantai Panrang Luhu. Biaya masuknya pun sangat terjangkau, yakni Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk mobil.

Dengan segala keunggulannya, Pantai Panrang Luhu bukan sekadar destinasi wisata biasa, tetapi sebuah perpaduan harmonis antara pesona alam, warisan budaya maritim, dan cerita rakyat yang terus hidup.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar