Al juga menerangkan, dalam ketersediaan pangan, pihaknya akan terus mewaspadainya.
Karena, kata dia, kondisi musim kemarau yang sempat terjadi sebelumnya ada dampak terhadap fluktuatif harga komoditi secara stabilitas harga.
"Itu lebih kepada pola alur tata niaga, dan itu terus kita kendalikan," ujarnya.
Baca Juga: 111 Lembaga Ajukan Anggaran Hibah ke Pemkot Cilegon, Ditotal Setidaknya Butuh Rp87 Miliar
Lebih lanjut Al Muktabar menegaskan, menurutnya, ketersediaan pangan di Provinsi Banten sudah cukup baik, baik yang didapatkan dari hasil produksi sendiri maupun yang didapat dari bantuan pangan secara nasional.
"Seperti yang kita tahu, Banten itu merupakan daerah dengan kontribusi pangan terbesar nasional nomor delapan di Indonesia," tuturnya.
"Sekarang, kita sedang menggerakkan agar semua bisa tanam, lalu fasilitas bibit dan pupuk terus kita komunikasikan dengan Dinas Pertanian dan di lapangan," ucapnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bantenraya.com
Artikel Terkait
Delapan Tahun Berlalu, Tere Liye Buka Suara Soal Sindiran ke Petugas Pajak
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap
KPK Ungkap Modus Potong Pajak Rp75 Miliar Jadi Rp15 Miliar di Jakut