Box Office Global 2025 Tembus Rp 560 Triliun, Didorong Film Asia dan Sekuel Hollywood

- Minggu, 11 Januari 2026 | 07:30 WIB
Box Office Global 2025 Tembus Rp 560 Triliun, Didorong Film Asia dan Sekuel Hollywood

Pendapatan bioskop global ternyata melesat tinggi di tahun 2025. Angkanya mencapai sekitar USD 33,5 miliar, atau kalau dirupiahkan kira-kira Rp 560 triliun. Cukup fantastis, bukan?

Laporan dari Gower Street Analytics menyebutkan, angka itu naik hampir 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, antusiasme penonton untuk datang ke bioskop kembali menggeliat setelah beberapa tahun sebelumnya sempat redup.

Namun begitu, awal tahun 2025 sebenarnya tak terlalu menggembirakan bagi Hollywood. Baru di musim semi, terobosan pertama datang dari Warner Bros lewat A Minecraft Movie. Film itu sukses menarik perhatian.

Kesuksesan itu kemudian diikuti oleh Disney. Film live-action Lilo & Stitch berhasil menjadi film pertama Disney di tahun itu yang meraup pendapatan miliaran dolar. Yang menarik, mayoritas pemasukannya tepatnya 59,2 persen justru datang dari luar Amerika Serikat.

Di sisi lain, pasar Asia memberikan kejutan tersendiri. Jepang, misalnya, sukses besar dengan anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle. Sementara itu, China yang merupakan pasar film terbesar di luar AS, didominasi oleh satu film fenomenal: Ne Zha 2.

Menurut Deadline, Ne Zha 2 inilah yang jadi jawara box office global tahun lalu, dengan pendapatan menembus USD 2,2 miliar. Sungguh pencapaian yang luar biasa.

Menjelang akhir tahun, persaingan makin panas. Zootopia 2 dari Disney berhasil menggeser posisi Lilo & Stitch. Dan penutup tahun yang sempurna datang dari 20th Century lewat sekuel Avatar, Avatar: Fire and Ash, yang menyapu bersih bioskop-bioskop.

Jadi, secara keseluruhan, 2025 adalah tahun yang cerah bagi industri perfilman dunia. Dari Hollywood sampai Asia, semua memberi kontribusi pada angka triliunan rupiah tadi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar