Target 4 Juta Hektare Hutan Kembali ke Negara Diyakini Tercapai Akhir Desember

- Selasa, 09 Desember 2025 | 03:45 WIB
Target 4 Juta Hektare Hutan Kembali ke Negara Diyakini Tercapai Akhir Desember

Target ambisius empat juta hektare kawasan hutan untuk direbut kembali oleh negara tahun ini, tampaknya bakal tercapai. Keyakinan itu disampaikan langsung oleh Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung, Barita Simanjuntak. Pasalnya, hingga pertengahan Desember 2025, realisasinya sudah menyentuh angka 3,7 juta hektare.

“Dan pada akhir Desember ini, dalam dua minggu ke depan, akan terpenuhi sesuai target sejumlah 4 juta hektare yang akan dikuasai kembali oleh negara,”

ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/12).

Kalau dirinci, kerja Satgas PKH ini cukup signifikan. Mereka sudah menyerahkan 1,5 juta hektare lahan kepada PT Agrinas Palma Nusantara. Belum lagi 81.793 hektare di Taman Nasional Tesso Nilo yang kini dikelola Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan begitu, masih ada sisa sekitar 2,18 juta hektare yang belum diserahkan, terbagi dalam beberapa klasifikasi.

Untuk lahan sawit ilegal, teridentifikasi seluas lebih dari 356 ribu hektare. Sebagian besar, sekitar 341 ribu hektare, sudah diverifikasi. Sisanya masih dalam proses.

Lalu, ada kawasan Taman Nasional yang sedang diverifikasi mencapai 874 ribu hektare lebih. Sementara untuk Hutan Tanaman Industri, angka identifikasinya besar: 761 ribu hektare. Namun dari jumlah itu, baru 200 ribu hektare yang verifikasinya selesai. Ada juga kewajiban plasma seluas 192 ribu hektare yang masih diproses.

Di sisi lain, fokus Satgas PKH tidak cuma pada perkebunan. Melalui Satgas Halilintar, mereka menemukan 198 titik tambang yang bermasalah. Luasnya mencapai 5.342 hektare dan dianggap melanggar aturan. Mayoritas titik tambang ini ada di Sulawesi Tenggara, sisanya tersebar di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Hingga saat ini, verifikasi telah dilakukan terhadap 15 perusahaan tambang, mencakup lahan seluas 13.295 hektare yang tersebar di 12 provinsi. Bahkan, penguasaan kembali secara fisik sudah dilakukan terhadap 51 perusahaan lain, dengan total lahan 5.874 hektare di enam provinsi. Rencana pengambilalihan untuk 23 perusahaan lainnya juga sudah disiapkan.

Kerja mereka masih berjalan, dan dua minggu terakhir tahun ini akan jadi penentu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar