SURABAYA Ada kabar kurang menggembirakan dari Kota Pahlawan. Sebanyak 29 jemaah calon haji asal Surabaya, Jawa Timur, dipastikan tidak jadi berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026. Padahal, nama mereka sudah masuk dalam daftar kelompok terbang alias kloter.
Penyebabnya macam-macam. Ada yang tiba-tiba jatuh sakit, ada pula yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan tiba. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Sururil Faizin, menjelaskan soal ini dengan gamblang.
"Ada 29 jemaah yang tunda berangkat. Penyebabnya ada yang karena sakit dan ada yang wafat," ujarnya di Surabaya, Senin (27/4/2026).
Nah, bagi mereka yang sakit, pemerintah sudah menyiapkan solusi. Keberangkatan mereka akan diprioritaskan pada musim haji tahun depan. Sementara untuk jemaah yang sudah wafat, porsinya bisa digantikan oleh ahli waris. Caranya? Lewat prosedur pelimpahan porsi atau ibadah hajinya dibadalkan oleh pihak keluarga.
Di sisi lain, penundaan ini ternyata punya efek domino. Banyak pasangan atau pendamping dari jemaah yang sakit atau wafat itu ikut memundurkan rencana mereka. Alasannya macam-macam, mulai dari alasan kesetiakawanan sampai menunggu proses pelimpahan porsi selesai. Ya, wajar sih, namanya juga sudah berencana berangkat bareng.
Lalu, bagaimana dengan porsi yang kosong? Kemenag Surabaya ternyata sudah punya skema. "Porsi dari 29 jemaah calon haji yang tunda ini akan langsung digantikan oleh jemaah calon haji cadangan sesuai dengan urutan porsi yang telah ditetapkan," kata Sururil.
Untuk musim haji tahun ini, Kota Surabaya kebagian kuota lumayan besar: 2.538 jemaah calon haji. Mereka terbagi ke dalam 29 kloter. Proses pemberangkatannya sendiri berlangsung melalui Embarkasi Surabaya, tepatnya di Asrama Haji Sukolilo. Sampai sekarang, proses itu masih terus berjalan.
Menurut data terbaru, sudah lebih dari 500 jemaah asal Surabaya yang diterbangkan ke Tanah Suci. Kemenag pun terus mengingatkan para jemaah cadangan untuk tetap siaga. Siapa tahu, tiba-tiba ada panggilan untuk mengisi porsi kosong akibat pembatalan atau penundaan. Hidup memang penuh kejutan, begitu juga urusan haji.
Artikel Terkait
Kereta Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, Bermula dari Taksi Terjebak di Perlintasan
KAI Minta Maaf Atas Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi dan Penanganan Korban Jadi Prioritas
KRL Tertabrak KA Argo Bromo di Bekasi Usai Berhenti Akibat Mobil Mogok di Perlintasan, Sejumlah Penumpang Terluka
KRL Tabrakan dengan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi, Evakuasi Penumpang Berlangsung