Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran

- Senin, 27 April 2026 | 23:35 WIB
Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran

Wall Street memulai pekan dengan langkah hati-hati. Senin (27/4/2026) pagi, indeks saham utama Amerika Serikat terlihat sedikit melemah. Investor sedang bersiap menghadapi minggu yang padat mulai dari ketegangan geopolitik sampai laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa di bidang kecerdasan buatan.

Pukul 11:00 waktu setempat, S&P 500 turun tipis 0,1 persen ke level 7.160,82. Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi juga merosot 0,2 persen ke 24.782,84. Dow Jones Industrial Average, yang diisi saham-saham blue-chip, ikut turun 0,2 persen ke 49.139,52.

Pekan sebelumnya berakhir dengan hasil yang campur aduk. S&P dan Nasdaq sama-sama naik, tapi Dow justru terpeleset ke zona merah. Nah, salah satu pemicu kenaikan pada Jumat lalu adalah harapan baru soal negosiasi antara AS dan Iran.

Kabar dari Timur Tengah cukup menarik perhatian. Iran disebut-sebut menawarkan untuk mencabut penutupan Selat Hormuz tanpa harus membahas program nuklir mereka. Tawaran ini disampaikan lewat Pakistan, yang sering jadi penengah antara Washington dan Teheran. Dua pejabat regional yang paham situasi ini membocorkan informasi ke Associated Press.

Iran juga minta AS menghentikan blokade di pelabuhan mereka. Tapi apakah Presiden Donald Trump bakal menerima tawaran ini? Masih tanda tanya besar. Dalam wawancara dengan Fox News Channel pada Minggu, Trump menyebut Iran bisa menghubunginya kapan saja kalau mau bicara soal gencatan senjata. Katanya, Washington memegang semua kartu dalam negosiasi.

“Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau menghubungi kami,” ujar Trump.

Axios jadi media pertama yang melaporkan proposal Iran ini. Tapi kenyataannya, kemajuan antara kedua negara masih minim. Blokade angkatan laut AS dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran masih jadi dua batu sandungan utama. Trump sendiri dijadwalkan bertemu dengan pejabat keamanan nasionalnya pada Senin untuk membahas jalan buntu ini. Menurut CNN yang mengutip dua sumber, para pejabat akan memaparkan opsi-opsi termasuk kemungkinan melanjutkan kampanye pengeboman yang sempat ditangguhkan.

Di sisi lain, musim laporan keuangan juga mulai panas. Saham Verizon langsung melompat sekitar 3 persen setelah bel pembukaan. Perusahaan telekomunikasi itu merevisi naik proyeksi laba tahunannya. Mereka juga mencatat penambahan pelanggan nirkabel yang tak terduga katanya berkat paket promo dan langganan baru.

Minggu ini, sekitar 35 persen perusahaan di S&P 500 bakal mengumumkan hasil keuangan mereka. Michael Brown, ahli strategi riset senior di Pepperstone, bilang musim laporan kuartal pertama sejauh ini solid. “S&P siap untuk kuartal keenam berturut-turut dengan pertumbuhan pendapatan dua digit. Antusiasme terhadap sektor teknologi juga bangkit lagi,” katanya dalam sebuah catatan.

Optimisme di sektor teknologi memang bakal jadi sorotan utama. Terutama saat raksasa seperti Alphabet (induk Google), Microsoft, dan Meta (induk Instagram) merilis laporan mereka. Perusahaan-perusahaan ini sudah menggelontorkan dana besar untuk membangun kemampuan AI. Pengeluaran ini krusial untuk perdagangan AI taruhan besar pada teknologi baru yang selama ini menjaga pasar tetap bergerak meski ada tekanan dari perang Iran. Indeks ekuitas bahkan sempat mencetak rekor tertinggi baru bulan ini.

(Febrina Ratna Iskana)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar