Cara Cek Estimasi Keberangkatan Haji via Portal Kemenhaj, Begini Langkahnya

- Rabu, 29 April 2026 | 02:00 WIB
Cara Cek Estimasi Keberangkatan Haji via Portal Kemenhaj, Begini Langkahnya
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, alami, dan tidak terdeteksi sebagai tulisan AI, sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Jakarta - Ibadah haji, ya, itu salah satu momen yang paling ditunggu umat Muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, antusiasmenya luar biasa tinggi. Saking banyaknya yang mendaftar, sementara kuotanya terbatas, jadilah antrean panjang. Semua tergantung pada nomor porsi haji yang kamu pegang.

Terus, nomor porsi haji itu apa sih sebenarnya?

Jadi gini, menurut informasi dari laman resmi Bank Syariah Indonesia (BSI), nomor porsi haji itu semacam tiket antrean. Fungsinya buat ngasih tahu urutan calon jemaah, kira-kira tahun berapa mereka bakal diberangkatkan. Melihat tingginya minat masyarakat, pemerintah akhirnya membentuk kementerian khusus. Namanya Kementerian Haji dan Umrah, yang fokus urus soal ibadah haji dan umrah.

Nah, cara ngecek estimasi keberangkatan haji gimana?

Dulu, pengecekan bisa dilakukan lewat laman Kementerian Agama. Tapi sekarang, ada penyesuaian. Kamu bisa cek langsung melalui portal Kemenhaj. Berikut langkah-langkahnya yang cukup simpel:

  • Buka situs resminya di https://haji.go.id/estimasi-keberangkatan.
  • Masukkan nomor porsi haji kamu di kolom yang sudah disediakan.
  • Isi kode keamanan atau captcha-nya.
  • Klik tombol Cari atau Cek Estimasi.
  • Nanti sistem bakal menampilkan beberapa informasi, seperti:
  • Nama jemaah, kabupaten atau kota pendaftaran, nomor porsi, estimasi tahun keberangkatan, dan skema hasil estimasi.

Misalnya, kamu daftar tahun 2024 di provinsi dengan masa tunggu 20 sampai 30 tahun. Maka, perkiraan keberangkatanmu ada di kisaran tahun 2045 hingga 2055. Tentu saja, ini tergantung kuota wilayah masing-masing.

Tapi perlu diingat, estimasi ini sifatnya perkiraan, ya. Bukan angka pasti. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi. Di antaranya:

  • Kuota haji nasional dan daerah.
  • Jumlah pendaftar baru setiap tahunnya.
  • Kebijakan dari pemerintah Arab Saudi.
  • Usia jemaah. Biasanya, jemaah lanjut usia akan mendapat prioritas. (Adrian Bachtiar)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar