Kereta Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, Bermula dari Taksi Terjebak di Perlintasan

- Senin, 27 April 2026 | 23:25 WIB
Kereta Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, Bermula dari Taksi Terjebak di Perlintasan

Malam itu, Stasiun Bekasi Timur mendadak jadi pusat perhatian. Senin, 27 April 2026, sekitar jam makan malam, Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang biasanya melaju mulus dari Gambir ke Surabaya justru terlibat tabrakan dengan KRL. Kejadiannya cukup mengejutkan, apalagi buat para penumpang yang sudah siap-siap tidur dalam perjalanan.

Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, akhirnya buka suara. Menurut dia, semuanya bermula dari satu titik: perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal. Di sana, sebuah taksi nekat melintas atau mungkin kepepet, lalu tertabrak KRL. Akibatnya? KRL itu langsung berhenti mendadak di tengah jalur.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.

Nah, di sinilah masalahnya. Begitu KRL berhenti, rangkaian kereta di belakangnya yaitu Argo Bromo Anggrek sudah melaju dengan kecepatan yang tidak bisa langsung dihentikan. Tabrakan pun tak terhindarkan. Argo Bromo menghantam bagian belakang KRL dari arah belakang.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia singkat.

Sampai berita ini diturunkan, Franoto belum mau bicara banyak. Soal jumlah korban, misalnya, masih gelap. Belum ada angka pasti, belum ada rincian. Yang jelas, proses evakuasi dan penyelidikan masih berjalan di lokasi. Suasana di stasiun pun sempat kacau, menurut sejumlah saksi yang lalu lalang di sekitar tempat kejadian.

Di sisi lain, publik mulai bertanya-tanya: apa sistem peringatan dini di jalur itu berfungsi? Kenapa taksi bisa nyelonong begitu saja? Tapi itu semua masih menunggu jawaban resmi. Sementara, kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar