Malam itu, Stasiun Bekasi Timur mendadak jadi pusat perhatian. Senin, 27 April 2026, sekitar jam makan malam, Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang biasanya melaju mulus dari Gambir ke Surabaya justru terlibat tabrakan dengan KRL. Kejadiannya cukup mengejutkan, apalagi buat para penumpang yang sudah siap-siap tidur dalam perjalanan.
Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, akhirnya buka suara. Menurut dia, semuanya bermula dari satu titik: perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal. Di sana, sebuah taksi nekat melintas atau mungkin kepepet, lalu tertabrak KRL. Akibatnya? KRL itu langsung berhenti mendadak di tengah jalur.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.
Nah, di sinilah masalahnya. Begitu KRL berhenti, rangkaian kereta di belakangnya yaitu Argo Bromo Anggrek sudah melaju dengan kecepatan yang tidak bisa langsung dihentikan. Tabrakan pun tak terhindarkan. Argo Bromo menghantam bagian belakang KRL dari arah belakang.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia singkat.
Sampai berita ini diturunkan, Franoto belum mau bicara banyak. Soal jumlah korban, misalnya, masih gelap. Belum ada angka pasti, belum ada rincian. Yang jelas, proses evakuasi dan penyelidikan masih berjalan di lokasi. Suasana di stasiun pun sempat kacau, menurut sejumlah saksi yang lalu lalang di sekitar tempat kejadian.
Di sisi lain, publik mulai bertanya-tanya: apa sistem peringatan dini di jalur itu berfungsi? Kenapa taksi bisa nyelonong begitu saja? Tapi itu semua masih menunggu jawaban resmi. Sementara, kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Program Makan Bergizi Gratis untuk Keluarga Mampu, Fokus pada Anak dari Kelompok Kurang Mampu
Korea Selatan vs Republik Ceko Buka Piala Dunia 2026 di Guadalajara
Presiden Prabowo Apresiasi Langkah Tegas Usut Korupsi Program Makanan Bergizi Gratis, Moratorium Dapur Baru Diterapkan
Kejagung Geledah Enam Lokasi di Jakarta dan Bandung Terkait Korupsi Program Makan Bergizi Gratis