Penyelenggara jasa pinjaman daring sektor multiguna, PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI) melalui platform RupiahCepat, bersama PT Bank DBS Indonesia, memperkuat kerja sama penyaluran pinjaman (channeling) untuk memperluas akses pembiayaan digital yang berkualitas bagi masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi kedua perusahaan dalam menjawab kebutuhan pendanaan yang semakin terdigitalisasi di tengah pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, mengungkapkan bahwa kerja sama yang telah berlangsung sejak tahun lalu tersebut menjadi pilar penting dalam memperkuat layanan pembiayaan digital perusahaan. Ia menegaskan bahwa kepercayaan dari mitra strategis seperti Bank DBS Indonesia menjadi pendorong utama untuk terus berinovasi.
“Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat. Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan, dan perlindungan konsumen. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi untuk bisa terus menghadirkan layanan pembiayaan digital yang aman, mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Anna dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.
Kolaborasi antara RupiahCepat dan Bank DBS Indonesia telah membuka akses pembiayaan bagi berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga pekerja lepas di berbagai wilayah Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan produktif lainnya. Di sisi lain, kemitraan ini juga turut memperluas jangkauan layanan keuangan bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sistem keuangan konvensional.
Head of CBG Ecosystem and Digital, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Willy Lawy, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi pendanaan ini tidak hanya sekadar memperkuat kapabilitas pembiayaan, tetapi juga memberdayakan individu agar memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan finansial esensial.
“Melalui kolaborasi pendanaan ini, kami berkomitmen untuk memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial, sehingga secara signifikan meningkatkan kapabilitas pembiayaan RupiahCepat,” tambah Willy.
Dalam implementasinya, kedua perusahaan mengedepankan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen melalui penerapan manajemen risiko, transparansi biaya pinjaman, sistem manajemen keamanan informasi, serta keterbukaan informasi kepada pengguna sesuai ketentuan regulator. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 40 tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).
Didukung teknologi electronic know your customer (e-KYC), analisis kelayakan pinjaman (credit scoring), dan sistem anti-fraud, RupiahCepat menyediakan proses pengajuan hingga pencairan dana secara daring. Sistem ini tidak hanya mengedepankan kecepatan, tetapi juga keamanan bertransaksi bagi para penggunanya.
Hingga saat ini, total penyaluran pinjaman kumulatif di platform RupiahCepat telah melampaui Rp40 triliun. Sementara itu, jumlah pengguna yang telah dilayani juga telah menembus angka tujuh juta orang di seluruh Indonesia. Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Vasko Ruseimy Ditunjuk Pimpin Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo di Munas HIPMI
KPK Perluas Kasus Bupati Muara Enim, Dugaan Suap Tak Hanya dari Proyek Smart Board
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK, Suporter Puji Perkembangan Permainan
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027