Di tengah riuh acara Panen Raya Nasional di Cilebar, Rabu lalu, ada momen yang cukup menyita perhatian. Presiden Prabowo Subianto menyematkan langsung tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ke dada Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Cuaca yang terik seolah tak mengurangi khidmatnya penganugerahan itu.
Penghargaan negara ini bukan datang tiba-tiba. Ia tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 1 dan 2/TK Tahun 2026, yang intinya mengapresiasi kontribusi luar biasa bagi ketahanan pangan nasional. Singkatnya, ini pengakuan resmi untuk kerja keras yang selama ini dilakukan.
Nah, kalau ditanya apa yang membuat Karawang layak dapat penghargaan semacam ini, jawabannya ada di data. Di bawah kepemimpinan Aep, kabupaten ini berhasil masuk 10 besar penghasil beras nasional. Posisinya sebagai lumbung pangan utama makin kokoh, dan itu tentu bukan pencapaian sederhana.
Di sisi lain, Aep bukan satu-satunya yang mendapat kehormatan. Menteri Pertanian, sejumlah pejabat daerah, dan tokoh-tokoh pertanian lain juga menerima penghargaan serupa dalam kesempatan yang sama. Tapi sorotan memang banyak tertuju padanya, selaku tuan rumah.
Usai penyematan, Aep tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
"Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Karawang. Ini salah satu penghargaan bahwa Karawang merupakan kabupaten yang hari ini alhamdulillah terbesar kedua dengan swasembada pangan,"
Menurutnya, prestasi ini berangkat dari fakta bahwa Karawang punya lahan baku sawah yang luasnya mencapai 101 ribu hektare. Tapi luas lahan saja tidak cukup. Ia lantas membeberkan beberapa langkah konkret yang diambil pemkab.
"Kita pun sudah mengunci di 87 ribu hektare sawah LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) serta menggratiskan PBB 3 hektare sawah untuk petani Karawang. Dan mudah-mudahan kita bisa meningkatkan produktivitas, di mana IP2 bisa jadi IP3, IP1 bisa jadi IP2 gitu."
Ia melanjutkan dengan penjelasan yang lebih gamblang.
"Jadi yang tadinya IP2 itu kalau panen setahun dua kali, menjadi tiga, yang tadinya setahun sekali jadi dua. Nah makanya kami sangat fokus terhadap infrastruktur, mudah-mudahan kementan bisa memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Karawang,"
Jelas sudah. Penghargaan Satyalancana ini lebih dari sekadar medali. Ia adalah pengakuan atas sebuah perjalanan panjang sebuah ikhtiar kolektif menjadikan sebidang sawah bukan hanya urusan panen, tapi juga urusan ketahanan bangsa. Dan untuk itu, kerja belum usai.
Artikel Terkait
AC Milan Tersungkur di San Siro, Kalah 0-1 dari Parma
Pakar Hukum Soroti Daya Paksa dan Krisis Kepercayaan Publik pada Aparat
Jadwal Imsak dan Subuh Medan 23 Februari 2026: Imsak Pukul 05.12 WIB
Imsak Yogyarta Pukul 04.16 WIB, Ulama Ingatkan Keberkahan Sahur dan Kuatkan Niat