Penampilannya tak cuma soal gol itu. Guehi tampil kompak di jantung pertahanan, menjadi alasan utama City bisa menjaga gawangnya tetap bersih tanpa sekalipun menerima kartu kuning. Performa seperti ini yang diharapkan Guardiola saat merekrutnya.
Pep sendiri melakukan sejumlah rotasi. Beberapa pemain pelapis dan wajah baru mendapat kesempatan. Tapi, seperti biasa, filosofi permainan tak berubah. Intensitas tetap tinggi, serangan datang dari segala arah lewat umpan-umpan pendek yang tajam atau eksploitasi kecepatan di sayap. Salford sempat coba bertahan lalu menyerang balik, tapi upaya mereka selalu mentah di depan barisan pertahanan City yang tertata rapi.
Jadi, apa yang bisa kita ambil dari laga ini? Selain kemenangan yang penting, City menunjukkan kedalaman skuad yang mengagumkan. Mereka bisa melakukan rotasi tanpa kehilangan kendali permainan. Ini adalah modal berharga untuk menghadapi jadwal padat menuju akhir musim, di mana perburuan gelar di berbagai front masih terbuka lebar. Dengan pemain seperti Guehi mulai mencetak gol dan menyatu dengan sistem, ancaman City terasa semakin multidimensi.
Skor akhir 2-0 mungkin terkesan sederhana. Tapi pesan yang dikirimkan dari Etihad malam itu jelas: City sedang dalam mood yang bagus, dan siap meneruskan perjalanan mereka di Piala FA.
Artikel Terkait
Veto Rusia, Tiongkok, dan Prancis Ancam Resolusi PBB untuk Buka Kembali Selat Hormuz
KPK Buka Kemungkinan Panggil Anggota Pansus Haji DPR Terkait Kasus Kuota
Liga Arab Dukung Resolusi DK PBB untuk Amankan Selat Hormuz
Tiga Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Ditangkap, Motifnya Dendam Pribadi