TVRINews, Banjarmasin
Kota Banjarmasin dipilih jadi salah satu percontohan untuk proyek ambisius pemerintah: mengubah sampah jadi listrik. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini baru saja dijalankan. Yang menarik, untuk memastikan pasokan sampahnya cukup, Banjarmasin tak bekerja sendiri. Mereka menggandeng dua tetangganya, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Kerja sama ini resmi diteken pada Jumat lalu, 3 April 2026.
Operasional fasilitas ini nantinya butuh pasokan besar. Minimal 500 ton sampah setiap harinya. Nah, soal lokasi, Pemerintah Kota Banjarmasin sudah menyiapkan lahan. Ichrom Muftezar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota, menyebut dua titik yang dipertimbangkan: TPAS Basirih dan area di sekitar Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.
Menurut Ichrom, ada keunggulan lain dari Banjarmasin. Kondisi geografisnya.
"Bagaimana arahan Pak Wali Kota, kita berharap Basirih itu bisa ditentukan untuk lokasi pembangunan PSEL," jelas Ichrom.
Artikel Terkait
Hujan Deras Tiga Jam Picu Longsor dan Angin Kencang di Tulungagung
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS