Dalam sebuah keputusan yang cukup mengejutkan, Jaksa Agung ST Burhanuddin baru saja melakukan perombakan sejumlah posisi penting di tubuh Kejaksaan Agung. Rotasi ini menempatkan beberapa nama ke posisi baru, termasuk Nurcahyo Jungkung Madyo.
Nurcahyo, yang sebelumnya memegang tampuk Direktur Penyidikan Jampidsus, kini ditugaskan untuk memimpin Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah. Pergeseran jabatan ini tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung bernomor 1064 tahun 2025, yang dikeluarkan pada 25 November lalu.
Yang menarik, masa tugasnya sebagai Dirdik Jampidsus terbilang sangat singkat. Ia baru saja mengisi posisi itu di awal Juli, menggantikan Abdul Qohar. Artinya, ia hanya menjabat sekitar empat bulan sebelum akhirnya dipindahkan.
Meski waktunya terbatas, periode tersebut justru diwarnai dengan sejumlah pengungkapan kasus besar yang menggegerkan. Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah penetapan mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, sebagai tersangka. Kasusnya berkaitan dengan dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan dan pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek pada rentang waktu 2019 hingga 2022.
Tak hanya Nadiem, nama Nurcahyo juga tercatat menangani kasus lain yang tak kalah besar. Ia yang menetapkan Iwan Kurniawan Lukminto, mantan Wakil Dirut PT Sritex Tbk, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kredit dari beberapa bank milik negara.
Bahkan, delapan pihak perbankan juga ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang terkait dengan pemberian kredit kepada PT Sritex dan anak perusahaannya itu.
Sebelum memimpin penyidikan di Jampidsus, karir Nurcahyo di Kejaksaan sudah cukup panjang. Ia pernah dipercaya sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung. Posisi sebagai Koordinator di Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus juga pernah diembannya.
Di sisi lain, ia juga punya pengalaman di bidang intelijen, pernah menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen. Tak ketinggalan, pengalaman di daerah juga ia miliki, yaitu sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar