Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda juga turun tangan. Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya ikut serta. Ini semua merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam sebuah rapat koordinasi nasional sebelumnya.
Sementara itu, fokus utamanya jelas: membersihkan saluran air. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa pengurasan dan pembersihan saluran adalah kunci untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mencegah penyumbatan sampah di masa datang.
“Karena yang namanya ‘fogging’ atau pengasapan itu belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik nyamuk,” jelas Rano.
“Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar slogan 3M: menguras, menutup, mengubur atau mendaur ulang. Nah, inilah yang harus kita sampaikan ke masyarakat.”
Dukungan logistik pun tak main-main. Untuk mendukung kegiatan, Pemprov mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut. Mereka difokuskan pada 66 titik yang dianggap prioritas.
Kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta juga dilakukan. PMI menyediakan ribuan peralatan, mulai dari hampir 5.000 cangkul dan sekop, 10.000 gerobak dorong, hingga 3.000 karung untuk mengangkut sampah. Peralatan itu didistribusikan merata ke setiap kota administrasi.
Di akhir penjelasannya, Rano Karno mengajak semua pihak untuk punya kesadaran kolektif. Menjaga kebersihan lingkungan bukan cuma urusan pemerintah saat banjir, tapi tanggung jawab bersama setiap hari. Tujuannya agar Jakarta bisa lebih sehat dan terbebas dari ancaman banjir maupun penyakit yang muncul dari lingkungan yang kotor.
Artikel Terkait
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo