18 RT Terendam, Banjir Kembali Serbu Jakarta Selatan dan Timur

- Kamis, 29 Januari 2026 | 04:45 WIB
18 RT Terendam, Banjir Kembali Serbu Jakarta Selatan dan Timur

Banjir kembali melanda Ibu Kota. Kali ini, genangan air merendam sejumlah permukiman di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Data terbaru menyebutkan, setidaknya ada 18 RT yang kini terendam.

Menurut pantauan BPBD DKI Jakarta pada Kamis dini hari (29/1/2026), pukul 04.00 WIB, situasinya cukup mengkhawatirkan. Di Jakarta Selatan, tercatat empat RT yang kebanjiran. Sementara itu, kondisi di Jakarta Timur lebih parah ada 14 RT yang terendam.

Lantas, apa penyebabnya?

BPBD menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utamanya. Tak hanya itu, luapan dari Kali Ciliwung turut memperburuk keadaan. Kombinasi kedua faktor itulah yang membuat air meluap ke permukiman warga.

Berikut rincian wilayah yang terdampak per pukul 04.00 WIB tadi:

Jakarta Selatan (4 RT):
- Kelurahan Rawajati: 1 RT
- Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT
Ketinggian air: sekitar 30 hingga 60 cm.

Jakarta Timur (14 RT):
- Kelurahan Bidara Cina: 4 RT
- Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
- Kelurahan Cawang: 5 RT
- Kelurahan Cililitan: 1 RT
Ketinggian air di sini jauh lebih dalam, mencapai 110 sampai 150 cm.

Menyikapi hal ini, BPBD DKI Jakarta langsung bergerak cepat. Personel dikerahkan untuk memantau perkembangan genangan di lapangan.

“Kami juga mengkoordinasikan upaya dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat,” jelas pihak BPBD dalam rilisnya.

Upaya yang dilakukan antara lain penyedotan air, pengecekan saluran, dan memastikan semua infrastruktur pengendali banjir berfungsi. Mereka bekerja sama dengan aparatur kelurahan dan kecamatan setempat. Bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak pun disiapkan.

Dengan langkah-langkah tersebut, BPBD menargetkan genangan bisa surut dalam waktu yang relatif singkat. Namun begitu, cuaca tetap menjadi faktor penentu yang harus diwaspadai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar