MURIANETWORK.COM - Memasuki tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, arah pembangunan kota mulai menunjukkan pola yang terukur. Fase ini lebih menitikberatkan pada peletakan fondasi dan pendekatan bertahap ketimbang gebrakan besar, dengan fokus kebijakan yang berusaha menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung.
Fokus pada Kebutuhan Dasar dan Fondasi Kebijakan
Pada periode awal ini, pemerintahan kota memilih pendekatan yang lebih subtansial. Pembangunan diarahkan agar dampaknya mudah dipahami dan dirasakan dalam keseharian warga, sebuah strategi yang mendapat perhatian dari pengamat kebijakan publik.
Riko Noviantoro, pengamat dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), melihat fokus pada kebutuhan dasar sebagai ciri khas tahun pertama kepemimpinan ini. Ia menilai program unggulan seperti 3G Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako cukup relevan.
“Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami warga,” jelas Riko saat dihubungi pada Jumat (20/2/2026).
Ia menekankan bahwa tahun pertama merupakan fase peletakan fondasi, di mana konsistensi arah kebijakan jauh lebih penting daripada hasil instan.
“Tahun pertama biasanya adalah fase peletakan fondasi. Yang penting adalah konsistensi arah kebijakan dan keberlanjutan pelaksanaannya,” tambahnya.
Indikator Makro yang Mengalami Perbaikan Bertahap
Arah kebijakan tersebut tercermin dari sejumlah indikator makro Kota Tangerang sepanjang 2024-2025. Data menunjukkan perbaikan yang konsisten, meski bertahap. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), misalnya, naik dari 81,53 menjadi 82,41 poin, didorong oleh peningkatan angka harapan hidup dan harapan lama sekolah.
“Meski perubahannya bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Riko.
Di sektor ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) juga menguat dari 5,04% menjadi 5,20%. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan angka kemiskinan berhasil ditekan. Menurut analisis Riko, meski belum menunjukkan lonjakan dramatis, angka-angka ini menandai bahwa kebijakan pemerintah mulai berjalan dan memberikan manfaat.
“Indikator-indikator ini memang tidak berubah secara cepat. Yang paling penting adalah arah kebijakan jelas dan konsistensinya terjaga. Jika hal ini dilakukan, dampaknya akan semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.
Capaian Fisik dan Program Langsung untuk Warga
Selain indikator makro, sejumlah capaian fisik dan program bantuan telah diwujudkan dalam kurun setahun. Pemerintah Kota membangun 26 Graha Kita Bersama (GKB), melakukan bedah rumah untuk 1.000 unit, serta membangun empat ruas jalan. Di bidang pendidikan dan pemberdayaan, bantuan beasiswa disalurkan kepada 576 penerima.
Dukungan sosial juga diberikan secara nyata, mulai dari bantuan tunai untuk 2.668 penerima, santunan kematian untuk 805 keluarga, hingga bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 16.000 pekerja rentan. Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, pelatihan diberikan kepada 1.000 calon wirausaha disertai bantuan modal usaha bagi 184 penerima manfaat.
Wali Kota Sachrudin menegaskan komitmennya agar setiap pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tahun 2025 dijadikan fase untuk memperkuat fondasi, mencakup perbaikan tata kelola, peningkatan layanan publik, hingga pembangunan fisik di lingkungan permukiman.
“Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” ungkap Sachrudin.
Rekognisi atas Inovasi dan Tata Kelola
Konsistensi dalam membangun fondasi tersebut juga diakui melalui berbagai penghargaan. Sepanjang tahun pertama, Pemerintah Kota Tangerang meraih 81 penghargaan di tingkat nasional dan regional. Salah satu capaian yang menonjol adalah Universal Health Coverage (UHC) yang konsisten di atas 98%, bahkan mencapai 100,71% pada 2025, sehingga kembali menyabet UHC Award 2026.
Prestasi lain termasuk Juara I BKN Award 2025 dan peringkat ketiga sebagai pemerintah kota terbaik dalam pencegahan korupsi dari KPK. Inovasi di bidang lingkungan, melalui Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU), juga dihargai dengan Penghargaan Program Kampung Iklim tingkat nasional.
Rangkaian penghargaan ini memperlihatkan bahwa arah pembangunan Kota Tangerang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mencakup aspek tata kelola yang baik, inovasi pelayanan, dan keberlanjutan lingkungan. Capaian-capaian ini diharapkan dapat memelihara momentum kolaborasi antara pemerintah dan warga untuk membangun kota yang semakin maju dan nyaman di masa mendatang.
Artikel Terkait
Trump Puji Prabowo sebagai Sosok Tangguh di Forum Perdamaian Internasional
Fenerbahce Dibantai Nottingham Forest, Lille Juga Tumbang di Play-off Liga Europa
Pembangunan SDN 49 Batang Kabung Dimulai Usai Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang
PAUD di Kubu Raya Tolak Kiriman Makanan Bergizi Gratis karena Keterlambatan Berulang