LPSK Soroti Reviktimisasi dan Jalan Terjal Korban Grooming Anak

- Senin, 02 Februari 2026 | 20:18 WIB
LPSK Soroti Reviktimisasi dan Jalan Terjal Korban Grooming Anak

Menyikapi ini semua, LPSK punya sejumlah usulan. Rekomendasinya antara lain penguatan deteksi dini untuk mencegah eksploitasi sejak awal, lalu penegakan regulasi yang sudah ada, serta koordinasi lintas sektor yang lebih solid berbasis kasus.

“Satu, penguatan deteksi dini dan perlindungan sejak awal. Ini sangat penting agar bisa mencegah grooming yang membuat eksploitasi terjadi. Kemudian juga penguatan regulasi, implementasi berbagai peraturan perundang-undangan,” tutur Sri.

“Kemudian yang ketiga, pencegahan reviktimisasi melalui intervensi prosedural dan penguatan koordinasi lintas sektor berbasis kasus. Kami berharap kita bisa bekerja sama lintas sektor di dalam penanganan kasus,” lanjutnya.

Di sisi lain, aspek literasi dan pemulihan sosial dinilai tak kalah penting. Banyak orang tua, kata Sri, justru tidak percaya atau mengabaikan pengaduan anak. Akibatnya, kekerasan bisa berlanjut dan makin menjadi.

“Penguatan literasi berkaitan dengan sosialisasi, karena seringkali anak ketika mengeluhkan banyak sekali orang tua yang tidak percaya bahkan mengabaikan sehingga kekerasan terus berlangsung dan semakin meningkat. Kemudian juga penguatan pemulihan sosial anak korban, ini yang LPSK sudah berikan melalui berbagai layanan,” tandasnya.

Jadi, persoalannya kompleks. Butuh langkah konkret dan sinergi dari banyak pihak agar korban benar-benar mendapat perlindungan, bukan justru terluka untuk kedua kalinya.


Halaman:

Komentar