Jakarta masih panas, tapi sorak-sorai di Istora Senayan Jumat malam itu jauh lebih membara. Indonesia Masters 2026 benar-benar jadi panggung milik tuan rumah. Tiga wakil Merah Putih berhasil melangkah ke semifinal, menghadirkan malam yang memuaskan bagi ribuan penonton yang memadati tribun.
Nama-nama yang melaju? Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum membuka jalan. Lalu ada Sabar Karyaman Gutama bersama Moh Reza Pahlevi Isfahani. Tak ketinggalan, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin yang menutup perjuangan dengan cara yang cukup dramatis.
Atmosfernya sudah terasa sejak sore. Gedung legendaris itu bergetar, mendukung setiap pukulan anak bangsa. Dan dukungan itu terbayar.
Rachel dan Febi harus berjuang paling keras. Mereka berhadapan dengan ganda putri China, Luo Xu Min dan Wang Yi Duo. Gim pertama, permainan mereka seperti kehilangan ritme. Kecepatan lawan sulit diimbangi, dan mereka harus mengakui keunggulan 18-21.
Tapi sesuatu berubah setelah itu.
Di gim kedua, Rachel/Febi tampil beda. Lebih berani menyerang, rotasi mereka lebih rapi. Mereka bangkit dan menyamakan kedudukan 21-16. Gim penentuan? Bisa dibilang satu-satunya. Mereka mendominasi dari awal hingga akhir, menutup pertandingan dengan gemilang 21-10. Tiket semifinal pun diraih.
Momentum kemenangan itu seolah menular.
Di sektor ganda putra, Sabar dan Reza pasangan yang bahkan bukan dari pelatnas PBSI tampil tanpa beban. Lawan mereka, Man Wei Chong/Kai Wun Tee dari Malaysia, jelas bukan pesaing mudah. Pertarungan berlangsung sengit, poin demi poin diperebutkan.
Namun begitu, ketenangan pasangan Indonesia di saat-saat gentinglah yang berbicara. Mereka berhasil memenangkan dua gim beruntun dengan skor tipis 22-20 dan 21-19. Sebuah kemenangan yang sangat solid.
Laga terakhir malam itu justru paling menyita perhatian. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus berjibaku melawan senior mereka sendiri, MURIANETWORK.COM Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Sebuah pertarungan emosional.
Mereka sempat tersandung di gim pertama. Tapi, laga yang diwarnai reli-reli panjang dan kejar-kejaran angka ini berubah menjadi tontonan dramatis. Raymond/Joaquin bangkit, memaksa laga ke gim ketiga.
Dan di gim penentuan, mereka tampil lebih fresh. Akhirnya, kemenangan berpihak pada pasangan muda itu dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-14. Sebuah pernyataan: regenerasi di ganda putri Indonesia ternyata menjanjikan.
Dengan tiga wakil di semifinal, harapan untuk meraih gelar juara di tanah sendiri tetap menyala terang. Istora Senayan siap kembali menggema.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman