Belakangan ini, jagat maya diramaikan oleh potongan video wawancara Presiden Prabowo Subianto. Potongan itu, yang tampaknya sengaja diedit, cuma menampilkan bagian di mana ia membahas keamanan Israel. Akibatnya, beredar kesan bahwa ia mengabaikan sama sekali nasib Palestina. Narasi yang menyesatkan ini pun cepat menyebar, memanaskan ruang publik.
Padahal, kalau kita telusuri, konteksnya beda jauh. Wawancara lengkapnya justru menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Itu disampaikan Prabowo usai pidatonya di Sidang Umum PBB, tepatnya tanggal 24 September 2025. Bukan pernyataan baru-baru ini, seperti yang mungkin dikira banyak orang.
Dalam pernyataan utuhnya, Presiden dengan jelas mengusung solusi dua negara. Syaratnya, Israel harus mengakui Palestina dan ada jaminan keamanan untuk kedua belah pihak. Gagasannya realistis dan seimbang, kata dia.
Artikel Terkait
Insinerator Hukum dan Kekecewaan Publik: Diskusi JAMKI Soroti Mandeknya Pemberantasan Korupsi
Jateng Siaga, Pesawat Penyemaian Garam Diterbangkan untuk Redam Hujan Ekstrem
Ribuan Tempat Ibadah dan Madrasah Lumpuh Akibat Banjir Sumatera
Laporan Gratifikasi KPK Melonjak, Nilainya Justru Anjlok