Badai salju yang menggila di Amerika Serikat sudah merenggut nyawa 30 orang. Listrik pun padam di mana-mana, membuat situasi makin runyam.
Angka korban jiwa yang memilukan itu dikumpulkan dari laporan pemerintah negara bagian dan berbagai media lokal. Menurut AFP, penyebab kematiannya beragam banget. Ada yang karena kedinginan akut, kecelakaan lalu lintas di jalanan licin, sampai insiden yang melibatkan seluncur salju, kendaraan ATV, dan bahkan mesin pembersih salju.
Nggak cuma itu, ancaman belum berakhir. Badan Layanan Cuaca Nasional bilang, sebagian besar wilayah utara AS bakal terus-terusan dibekukan suhu di bawah nol derajat. Kondisi buruk ini diprediksi masih akan bertahan sampai tanggal 1 Februari mendatang.
Yang bikin khawatir, dingin yang menusuk tulang ini juga menjalar ke negara-negara bagian selatan. Padahal, wilayah-wilayah itu sama sekali nggak biasa menghadapi cuaca ekstrem semacam ini.
Hujan salju seakan nggak ada habisnya, menimbun tanah dengan lapisan putih yang makin tebal. Di Connecticut, tumpukan salju mencapai 56 sentimeter! Sementara di Boston, Massachusetts, angkanya nggak kalah ekstrem: 40,6 sentimeter.
Gelap Gulita
Dampak paling terasa selain korban jiwa? Pemadaman listrik. Sebagian besar wilayah selatan masih gelap. Tennessee, Texas, Mississippi, dan Louisiana adalah yang paling parah terdampak.
Artikel Terkait
Belajar Pergi: Ketika Bertahan Terlalu Lama Justru Melukai Diri Sendiri
Amien Rais Soroti Pudarnya Semangat Persatuan Umat Islam di Tengah Perdebatan Furuiyyah
Choi Woo Sung: Dari Peran Pendukung Hingga Sorotan di Can This Love Be Translated
Salah Kaprah Istilah Sahabat Nabi: Dari Makna Asli hingga Tafsir Halu di Medsos