Sebuah aksi penyelundupan narkoba yang nyaris berhasil digagalkan di Lapas Kelas II B Lumajang. Pelakunya bukan orang sembarangan, melainkan seorang tenaga kesehatan berstatus PPPK yang bertugas di Puskesmas Randuagung. Perempuan berinisial EA itu kedapatan menyembunyikan 240 butir pil koplo di dalam tubuhnya, tepatnya di area kemaluan.
Menurut sejumlah saksi, aksinya mulai terendus saat ia hendak memasuki ruang kunjungan. Gerak-geriknya yang gelisah dan tidak wajar memantik kecurigaan petugas keamanan.
“Saat dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan sebuah utas tali yang terhubung ke arah kemaluan pelaku,” jelas Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Pramita Ananta Priana.
Pemeriksaan lanjutan membongkar modusnya. Dua bungkusan kondom berisi pil-pil berlogo "Y" ditemukan tersembunyi di dalam tubuh EA. Rupanya, ini cara yang ia pilih untuk mengelabui pemeriksaan di gerbang utama.
“Kami menggagalkan penyelundupan 240 butir pil yang diduga logo Y. Modusnya, pelaku membungkus pil dengan kondom dan dimasukkan ke dalam kemaluannya. Petugas curiga karena gerak-geriknya tidak wajar,” tambah Pramita.
Dari pengakuannya, EA melakukan semua ini atas perintah suaminya sendiri. Sang suami, yang saat ini menjadi warga binaan di lapas tersebut, rupanya masih berusaha mengendalikan bisnis haram dari balik jeruji.
Ini kasus yang sungguh memilukan. Bagaimana tidak, pelaku adalah seorang ASN di instansi kesehatan yang seharusnya jadi garda terdepan dalam memerangi narkoba. Alih-alih melayani masyarakat, ia malah terjerat dalam jaringan suaminya sendiri. Konsekuensinya berat. Selain proses hukum pidana yang menanti, statusnya sebagai tenaga medis pun terancam hilang begitu saja.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, EA beserta barang bukti yang disitanya kini telah diserahkan ke Satreskoba Polres Lumajang. Nasibnya kini sepenuhnya berada di tangan hukum.
Artikel Terkait
Kementan Akselerasi Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi Antisipasi Kekeringan
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu