BULOG Salurkan 388,3 Ribu Ton Beras SPHP hingga Akhir April untuk Jaga Stabilitas Harga

- Kamis, 30 April 2026 | 22:45 WIB
BULOG Salurkan 388,3 Ribu Ton Beras SPHP hingga Akhir April untuk Jaga Stabilitas Harga

Jakarta Pemerintah, lewat Perum BULOG, makin gencar menyalurkan beras program SPHP. Tujuannya satu: menjaga harga tetap stabil di tengah pasar yang fluktuatif.

Hingga akhir April 2026, total beras yang sudah disalurkan mencapai 388,3 ribu ton. Rinciannya, 221 ribu ton dikirim pada Januari–Februari. Sisanya, 167,3 ribu ton, didistribusikan pada Maret hingga April. Lumayan besar juga angkanya.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa program ini memang jadi andalan. Bukan cuma soal harga, tapi juga soal keterjangkauan masyarakat terhadap beras.

“Penyaluran beras SPHP ini dilakukan sepanjang tahun sebagai instrumen strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Rizal, Kamis, 30 April 2026.

Menurut catatan, capaian distribusi ini menunjukkan bahwa BULOG bisa jalan terus tanpa hambatan berarti. Bahkan saat masa transisi program di awal tahun pun, distribusi tetap lancar. Tidak ada cerita macet atau tersendat.

Sepanjang 2026, BULOG mendapat mandat untuk menyalurkan 828 ribu ton beras SPHP. Penugasan ini berdasarkan Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026, yang terbit 11 Februari 2026. Isinya soal penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Nah, dalam praktiknya, distribusi beras ini nggak cuma lewat satu jalur. Ada banyak kanal yang dipakai. Mulai dari pedagang pasar rakyat, BUMN, koperasi, sampai outlet binaan pemerintah daerah dan koperasi instansi. Semua dilibatkan.

Di sisi lain, TNI dan Polri juga turun tangan. Mereka menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bareng kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Jadi, bukan cuma BULOG yang kerja sendiri.

Belum lagi jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang sudah mencapai sekitar 80 ribu titik. Itu bukan angka kecil. Ditambah lagi, penyaluran juga merambah ritel modern dan swalayan. Harapannya, akses masyarakat makin merata.

Soal harga, beras SPHP dijual dalam kemasan 5 kilogram. Kualitasnya medium, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Zona 1 dipatok Rp12.500 per kilogram. Zona 2 sedikit lebih mahal, Rp13.100 per kilogram. Zona 3 paling tinggi, Rp13.500 per kilogram.

Dengan stok yang cukup dan jaringan distribusi yang luas, BULOG optimistis program SPHP bisa berjalan optimal sepanjang 2026. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar