Prosedurnya berlapis. Setelah Bappenas memberi lampu hijau, rencana itu akan dilanjutkan ke Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana, Tito Karnavian. Jika disetujui, barulah pengajuan anggaran resmi diajukan ke Kementerian Keuangan.
“Dari situ di-approve lagi oleh Kepala Satgas, baru kita atas dasar rencana yang sudah di-oke oleh Kepala Satgas kita mengajukan penganggarannya kepada Menteri Keuangan,” papar Dody.
Fokus pada Jembatan Permanen
Sambil menunggu proses anggaran yang berbelit, Kementerian PU ternyata sudah bergerak. Mereka mulai membangun jembatan permanen di tiga provinsi yang terdampak. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus logistik jelang Ramadan dan Lebaran nanti.
“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri sehingga angkutan logistik yang lewat juga makin besar-besar yang lebih dari 20 ton, 30 ton, 40 ton, 50 ton,” ujar Dody.
Masalahnya, jembatan darurat yang terpasang saat ini kapasitasnya terbatas. “Sementara jembatan-jembatan darurat yang kita pasang itu kan maksimal cuma 10-20 ton, tidak bisa lebih dari itu,” katanya.
Kekhawatiran akan keamanan jadi alasan utama. Mereka tak ingin jembatan darurat itu ambruk karena dipaksa menanggung beban di luar kemampuannya. “Kita sekarang juga sudah mulai mengerjakan pembangunan jembatan permanen pada saat masih di posisi tanggap darurat, hanya karena kita memikirkan jangan sampai ternyata jembatan-jembatan darurat yang kita bikin itu mendadak roboh,” jelas Dody.
Jadi, dua pekerjaan berjalan beriringan. Di satu sisi, pembangunan jembatan permanen dikebut. Di sisi lain, pengawasan ketat dilakukan terhadap jembatan sementara yang rentan.
“Satu sisi kita membangun jembatan permanen secepat-cepatnya, satu sisi kita hampir tiap waktu, seminggu sekali saya sudah instruksikan kepada seluruh kepala balai untuk ngecek kualitas dari jembatan darurat kita,” tegasnya.
Hasil pengecekan itu sendiri cukup mengkhawatirkan. “Hampir tiap hari, hampir tiap minggu pada saat kita ngecek pasti strukturnya goyang. Harus kita setop kendaraan itu 10-12 jam untuk alat kita melakukan (pengecekan) dan cepat jadi, itulah makanya gunanya pekerjaan permanen di jembatan utamanya ya, itu kita mulai kerjakan,” pungkas Menteri Dody.
Artikel Terkait
Di Balik Jarum Infus: Kisah Tiga Perempuan Menemukan Makna Hidup Melawan Kanker Payudara
Gajayana Terhenti Usai Tabrakan dengan Truk di Perlintasan Kebumen
Dari Tuduhan Es Gabus Palsu, Terkuak Rumah Ambruk dan Anak Putus Sekolah
Kobaran Api Hanguskan Pabrik Sandal di Medan, Diduga Bermula dari Korsleting