Anggaran untuk perbaikan infrastruktur pascabencana di Sumatera jadi sorotan. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mengungkap fakta yang cukup mencengangkan. Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum memerlukan dana tak kurang dari Rp 74 triliun hingga 2028 untuk merehabilitasi kerusakan parah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Namun begitu, angka sebesar itu jauh dari jangkauan. Lasarus menyebut anggaran yang tersedia di kementerian saat ini masih sangat kurang untuk menutupinya.
“Kita butuh anggaran 74 triliun untuk 3 tahun. Sekarang kementerian PU itu punya anggaran kurang lebih 500 miliar, diblokir yang baru dicairkan baru 52 miliar,” ucap Lasarus usai rapat kerja dengan Menteri PU di DPR, Selasa lalu.
“Ada 170 miliar untuk bina marga dan 247 miliar untuk sumber daya air itu masih diblokir,” tambahnya.
Ia terang-terangan menyampaikan kegelisahannya. Kebutuhan mendesak saat ini saja mencapai 4 triliun, tapi dananya tak ada. “Ya, jadi kalau belum jelas dari Menteri PU, kalau saya nggak ada beban menyampaikan karena paling juga saya ketua diganti kan gitu kan,” ujarnya.
“Jadi, saya mau sampaikan pada teman-teman nih kondisi lapangan bahwa uang yang ada sekarang ini Menteri PU punya kurang lebih 400 miliar sampai 500 miliar yang sudah dibuka blokir baru 52 miliar dari anggaran kebutuhan darurat 4 triliun. Jadi itu posisi kita hari ini,” tandas Lasarus.
Respons dari Menteri PU
Di sisi lain, Menteri PU Dody Hanggodo punya penjelasan berbeda. Menurutnya, angka 74 triliun itu masih bersifat rencana, belum final. Baru diajukan ke Bappenas untuk ditinjau.
“Kan itu termasuk dari rencana induk yang kita masukkan ke Bappenas. kan baru rencana baru rencana ya, baru rencana yang kita submit ke Bappenas kemarin total sekitar 74, 74 triliun sekian lah,” jelas Dody dalam kesempatan yang sama.
“Itu nanti akan di-review bappenas, di-review berdua. Kita, saya dan Kementerian Perhubungan, kami satu tim sudah mengajukan ke Bappenas, nanti kita akan duduk bersama dengan Bappenas mana yang oke, mana yang nggak oke dari situ kan akan keluar anggarannya,” tambahnya.
Artikel Terkait
Di Balik Jarum Infus: Kisah Tiga Perempuan Menemukan Makna Hidup Melawan Kanker Payudara
Gajayana Terhenti Usai Tabrakan dengan Truk di Perlintasan Kebumen
Dari Tuduhan Es Gabus Palsu, Terkuak Rumah Ambruk dan Anak Putus Sekolah
Kobaran Api Hanguskan Pabrik Sandal di Medan, Diduga Bermula dari Korsleting