"Kita sudah sosialisasi jauh-jauh hari. Alhamdulillah, warga yang terdampak sudah kooperatif dan pindah lebih dulu," ujarnya sambil menunjuk ke tumpukan puing bekas bangunan.
Memang, upaya penambahan lahan makam seperti ini ibarat mencari udara segar di tengah kepadatan ibukota. Di sisi lain, langkah penertiban juga memunculkan cerita lain tentang sulitnya mencari tempat tinggal yang terjangkau. Namun begitu, untuk saat ini, fokus utama adalah menyelesaikan persoalan yang mendesak: menyediakan ruang terakhir bagi warga yang meninggal.
Pemandangan di TPU Kebon Nanas kini berubah. Dari permukiman padat, perlahan berubah menjadi hamparan tanah yang siap ditata. Sebuah transformasi yang pahit bagi sebagian orang, tapi dianggap solusi bagi banyak pihak lainnya.
Artikel Terkait
Havas Buka Suara: Palestina Punya Peran Kunci di Board of Peace
Keluarga Diserang Usai Nyaris Tabrak Pemotor di Luwu, Istri dan Tiga Balita Terluka Bakar
Dari Maya ke Nyata: Kumparan Hangout Rayakan 9 Tahun dengan Kolaborasi Komunitas
WPA Hash: Solusi Cloud Mining untuk Investor XRP yang Lelah dengan Volatilitas