Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste Usai Dili Buka Kasus HAM terhadap Junta

- Senin, 16 Februari 2026 | 15:00 WIB
Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste Usai Dili Buka Kasus HAM terhadap Junta

Junta militer Myanmar tak main-main. Mereka secara resmi mengusir diplomat tertinggi Timor-Leste dari Naypyidaw, memberi waktu seminggu untuk angkat kaki. Pengumuman pengusiran itu keluar pada Minggu (15/2/2026), dan langkah ini jelas bukan tanpa sebab.

Latar belakangnya adalah laporan dari Organisasi Hak Asasi Manusia Chin (CHRO). Kelompok yang mewakili minoritas etnis Chin itu menyebut, Timor-Leste telah membuka kasus hukum sendiri terhadap junta. Tuduhannya berat: kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurut CHRO, seorang jaksa senior di Dili sudah ditunjuk untuk menyelidiki berkas pidana yang mereka ajukan. Kasusnya mencakup bukti-bukti mengerikan, mulai dari pemerkosaan massal, pembantaian, hingga serangan udara yang menargetkan rumah sakit. "Bukti tak terbantahkan," begitu klaim mereka.

Bagi junta, langkah Timor-Leste itu adalah sebuah "kekecewaan besar". Pernyataan resmi mereka menuding Dili telah melanggar prinsip dasar ASEAN, terutama soal penghormatan kedaulatan dan non-intervensi. Makanya, kuasa usaha Timor-Leste sudah dipanggil pada Jumat lalu dan diberi ultimatum.

Ini bukan pertama kalinya hubungan kedua negara memanas. Ingat saja, pada Agustus 2023, junta juga pernah mengusir diplomat utama Timor-Leste. Pemicunya waktu itu adalah pertemuan pemerintah Timor-Leste dengan pemerintahan bayangan yang dibentuk oposisi Myanmar.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar