Bapanas: Cuaca Ekstrem Hambat Panen, Picu Lonjakan Harga Cabai Rawit

- Senin, 16 Februari 2026 | 15:35 WIB
Bapanas: Cuaca Ekstrem Hambat Panen, Picu Lonjakan Harga Cabai Rawit

Harga cabai rawit yang melonjak belakangan ini ternyata bukan karena stok nasional menipis. Begitulah penjelasan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Menurut mereka, biang keroknya justru datang dari langit: cuaca ekstrem yang mengganggu proses panen.

I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, menegaskan produksi cabai rawit sebenarnya masih cukup. Tapi, tingginya intensitas hujan bikin semuanya jadi runyam. Pemetikan terhambat total.

"Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya (ada) dipetik," kata Ketut dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

"Saat hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai akan cepat busuk," tambahnya.

Jadi, masalahnya ada di distribusi, bukan di lahan. Stok sebenarnya masih ada di tingkat petani, cuma terhambat untuk sampai ke pasar. Ditambah lagi, libur nasional turut mempersulit ketersediaan tenaga kerja. Alhasil, pasokan ke pasar-pasar induk pun ikut koreksi.

Namun begitu, Bapanas menampik adanya permainan harga atau aksi penimbunan. Mereka bilang, kenaikan ini murni karena faktor teknis di lapangan.

"Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar," tegas Ketut.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar