Investasi Banten Tembus Rp130 Triliun, Wagub: Jangan Diganggu, Kita Sedang Merayu Investor

- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:35 WIB
Investasi Banten Tembus Rp130 Triliun, Wagub: Jangan Diganggu, Kita Sedang Merayu Investor

Angkanya cukup mencengangkan. Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi di Banten berhasil menembus angka Rp 130,2 triliun. Tak tanggung-tanggung, capaian ini bahkan melampaui target yang ditetapkan, persisnya mencapai 108 persen.

Data tersebut diumumkan dalam sebuah rapat koordinasi di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Selasa (27/1/2026) kemarin. Rapat yang membahas realisasi investasi triwulan IV dan semester II itu membeberkan fakta-fakta yang cukup menggembirakan bagi perekonomian daerah.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati, tak menyembunyikan rasa optimismenya.

"Investasi kita meningkat cukup tinggi, tadi disebutkan sekitar 108 persen," ujarnya.

Namun begitu, dia langsung menekankan pentingnya menjaga momentum ini. Dimyati meminta semua pihak, tak terkecuali masyarakat, untuk menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Gangguan terhadap aktivitas investasi, menurutnya, hanya akan berakibat buruk bagi pembangunan Banten ke depan.

"Saya minta masyarakat tidak mengganggu investasi. Kalau investasi diganggu, itu kontraproduktif," tegas Dimyati. "Kita justru ingin merayu investor agar mau menanamkan modalnya di Banten."

Dia yakin, para bupati dan wali kota di seluruh wilayah Banten punya kepentingan yang sama: menarik lebih banyak lagi investor.

"Bupati dan wali kota tentu ingin daerahnya jadi tujuan investasi. Kalau investasi diganggu, upaya kita bersama jadi sia-sia," tambahnya.

Di sisi lain, komitmen terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat disebut tak akan ditinggalkan. Dimyati menegaskan, manfaat investasi harus benar-benar dirasakan rakyat, salah satunya lewat program CSR perusahaan. Baginya, logikanya sederhana.

"Kalau tidak ada investasi, tidak ada lapangan kerja. Padahal lapangan pekerjaan itu sangat penting," ucapnya.

Sementara dari sisi teknis, lonjakan pada triwulan terakhir 2025 disebut sebagai penyumbang utama. Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, memaparkan, realisasi investasi di triwulan IV saja mencapai Rp 38,6 triliun.

"Ini menjadi pengungkit utama capaian Semester II," kata Virgojanti.

Rinciannya, penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp 19,30 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) ada di angka Rp 19,28 triliun. Seluruhnya terdistribusi dalam 31.185 proyek yang berhasil menyerap tenaga kerja hampir 59 ribu orang.

Kalau dirunut setahun penuh, totalnya memang fantastis: Rp 130,2 triliun. PMDN mendominasi dengan Rp 73,20 triliun, disusul PMA sebesar Rp 56,96 triliun.

Menurut Virgojanti, sektor andalan masih dipegang oleh industri kimia dan farmasi. Tapi sektor-sektor seperti transportasi, pergudangan, telekomunikasi, hingga perumahan dan kawasan industri juga menunjukkan performa yang tak kalah solid.

Secara geografis, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi magnet terbesar bagi para investor.

Yang menarik, investasi berbasis hilirisasi juga menunjukkan tren yang kuat. Pada triwulan IV saja, nilainya mencapai Rp 17,5 triliun atau hampir setengah dari total investasi periode tersebut.

"Secara tahunan, hilirisasi menyumbang Rp 41,3 triliun atau 31,72 persen dari total investasi 2025," pungkas Virgojanti menutup paparannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar