Korban Bencana Sumbar Capai 193 Jiwa, 32 Jenazah Belum Teridentifikasi

- Rabu, 03 Desember 2025 | 14:45 WIB
Korban Bencana Sumbar Capai 193 Jiwa, 32 Jenazah Belum Teridentifikasi

Angka korban jiwa dari bencana alam di Sumatera Barat terus bertambah. Hingga laporan ini dibuat, tercatat sudah 193 orang yang meninggal dunia. Kabar ini disampaikan langsung oleh AKBP Faizal dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda setempat.

Di tengah situasi yang pelik ini, ada sedikit titik terang. Tim Disaster Victim Identification (DVI) ternyata sudah berhasil mengidentifikasi 161 jenazah. Artinya, masih ada 32 korban lagi yang identitasnya belum diketahui.

"Dari jumlah tersebut, 161 jenazah telah berhasil diidentifikasi," jelas Faizal, Rabu lalu.

"Sementara 32 lainnya masih dalam proses, termasuk 25 jenazah yang saat ini berada di RS Bhayangkara Padang," tambahnya.

Prosesnya sendiri memang rumit. Sejak 27 November lalu, tim sudah menerima 58 kantong jenazah. Dari jumlah itu, 33 di antaranya berhasil dikenali entah lewat data primer seperti sidik jari, atau data sekunder. Jenazah yang sudah teridentifikasi itu pun akhirnya bisa dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Namun begitu, untuk 25 jenazah lain, pencocokan data masih mentok. Data antemortem, atau informasi dari sebelum meninggal, belum juga cocok dengan kondisi jenazah yang ada.

Di sisi lain, pihak rumah sakit yang menampung jenazah-jenazah itu mengeluarkan imbauan mendesak. Kompol Hari Andromeda, Kepala RS Bhayangkara TK III Padang, menegaskan bahwa peran masyarakat sangat krusial.

"Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko antemortem di sini," ujar Hari.

"Semakin cepat data pembanding masuk, semakin cepat pula identifikasi dapat kami selesaikan."

Permasalahannya ternyata cukup menyentuh. Menurut penjelasan dari pihak berwenang, banyak dari jenazah yang belum dikenali itu adalah anak-anak. Situasinya jadi semakin sulit karena diduga, orang tua mereka mungkin juga menjadi korban. Alhasil, tak ada yang datang melapor untuk memberikan data pembanding. Proses pun terhambat.

Untuk mengatasi kendala teknis, sebuah bantuan datang. Dinas Pertanian Sumbar meminjamkan satu unit mobil cold storage ke rumah sakit. Kehadiran fasilitas pendingin ini sangat berarti. Ia membantu menjaga kondisi jenazah selama proses forensik yang memakan waktu berjalan, memberi tim lebih banyak ruang untuk bekerja dengan teliti.

Laporan dari Padang menunjukkan upaya yang tak kenal lelah, meski dihimpit duka. Proses identifikasi terus berlanjut, sambil berharap data dari keluarga segera melengkapi puzzle yang menyedihkan ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar