Laba Bersih BTN Melonjak 54,37 Persen hingga Mei 2026, Tembus Rp1,85 Triliun

- Selasa, 16 Juni 2026 | 11:20 WIB
Laba Bersih BTN Melonjak 54,37 Persen hingga Mei 2026, Tembus Rp1,85 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersama entitas anaknya, Bank Syariah Nasional (BSN), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun hingga Mei 2026. Angka ini melonjak 54,37 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,19 triliun.

Kinerja keuangan perseroan itu tercermin dalam laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN. Pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) tercatat mencapai Rp7,13 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 15,15 persen secara tahunan dari posisi Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan laba tersebut didorong oleh ekspansi penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun, naik 9,97 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp366,52 triliun.

Di sisi lain, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN tercatat Rp433,95 triliun. Realisasi ini meningkat 9,09 persen secara tahunan dari Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga berhasil menjaga pertumbuhan profitabilitas operasional. Laba operasional konsolidasi hingga Mei 2026 tercatat Rp2,39 triliun, melonjak 58,37 persen secara tahunan dibandingkan Rp1,51 triliun pada Mei 2025.

Adapun pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun hingga Mei 2026, meningkat 20,07 persen secara tahunan dari Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap solid di tengah dinamika ekonomi global. Menurut dia, sektor perumahan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena rumah merupakan kebutuhan utama masyarakat.

“Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada. Karena itu, BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon.

Sepanjang tahun ini, BTN disebutkan akan terus memperkuat ekosistem perumahan nasional melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari sisi kepemilikan rumah maupun layanan keuangan pendukung lainnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar