MURIANETWORK.COM - Pembalap KTM Red Bull, Pedro Acosta, mengaku siap meningkatkan intensitas kerja kerasnya menyambut MotoGP 2026. Pernyataan ini disampaikan usai mencatatkan hasil tes pramusim yang impresif di Sirkuit Sepang, Malaysia, awal Februari lalu. Acosta dengan rendah hati menyatakan bahwa dirinya tidak mengandalkan bakat alam semata, sehingga komitmen dan dedikasi ekstra menjadi kunci untuk bersaing di papan atas.
Hasil Menggembirakan di Tes Sepang
Persiapan Acosta untuk musim mendatang menunjukkan sinyal positif. Pada sesi tes pramusim yang digelar pada 3-5 Februari 2026 di lintasan yang terkenal menantang itu, pembalap muda asal Spanyol itu berhasil finis di posisi keempat klasemen hari terakhir. Catatan waktu terbaiknya, 1 menit 58,676 detik, menjadi bukti nyata kemajuan yang telah dicapainya bersama tim.
Meski hasilnya menggembirakan, Acosta menyadari bahwa persaingan di MotoGP akan semakin sengit. Setiap pembalap, menurutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas. Fokusnya saat ini adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin dan memahami karakter motor KTM-nya secara mendalam, baik kelebihan maupun kekurangannya.
"Saya rasa saya bukan pembalap paling berbakat di grid, jadi jika Anda tidak memiliki bakat, Anda harus bekerja lebih keras," ungkapnya, menekankan filosofi kerjanya.
Fokus dan Dinamika dalam Tim
Di balik keseriusannya, Acosta mengungkapkan bahwa atmosfer dalam tim KTM Red Bull tetap dinamis dan menyenangkan. Dia dan seluruh kru menikmati proses persiapan yang intens, dengan semangat saling melengkapi. Sinergi ini diharapkannya menjadi modal berharga untuk memulai musim balap dengan langkah yang tepat.
Acosta juga percaya bahwa menampilkan sisi humanis di sela keseriusan balap adalah hal yang penting. Pendekatan ini dinilainya dapat meredakan ketegangan dan membangun chemistry yang baik.
"Kami mencoba, kami selalu mencoba untuk menampilkan sedikit pertunjukan. Saya pikir bagus untuk bersikap serius dan profesional, tetapi sesekali sedikit pertunjukan selalu menyenangkan," jelasnya.
Mengelola Tekanan Menuju Balapan
Sebagai pembalap yang terus naik kelas, tekanan adalah hal yang tak terelakkan. Acosta mengakui bahwa bentuk dan beratnya tekanan bisa berbeda setiap musim. Namun, dia memilih untuk memandangnya sebagai bagian dari proses yang harus dihadapi dengan kepala dingin. Kuncinya, menurut dia, adalah mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Dengan mentalitas ini, Acosta merasa lebih siap menghadapi ritme kejuaraan yang padat. Dia yakin, begitu ritme balapan berjalan normal, segala tantangan akan lebih mudah untuk dikelola.
"Tetapi pada akhirnya, ketika sebuah balapan menjadi lebih normal, saya pikir lebih mudah untuk menghadapinya," tutup Acosta, menegaskan kesiapannya menjalani tantangan MotoGP 2026.
Artikel Terkait
Analis: Marquez Kini Lebih Bersih dan Presisi, Dominasi MotoGP Makin Kokoh
Nasib Rashford di Barcelona Bergantung pada Hasil Pilpres Klub
Al Nassr Buktikan Solid Tanpa Ronaldo, Kalahkan Al Ittihad 2-0
Layvin Kurzawa Berpeluang Debut untuk Persib di Laga Kandang Ratchaburi