PT Lion Metal Works Tbk, atau LION, punya rencana anggaran yang cukup ambisius untuk beberapa tahun ke depan. Perusahaan ini mengalokasikan dana belanja modal antara Rp2 miliar sampai Rp5 miliar. Anggaran itu akan dipakai hingga tahun 2026 mendatang.
Menurut Direktur LION, Lawer Supendi, fokus utama pengeluaran itu adalah mendigitalkan lini produksi. Caranya? Salah satunya dengan membeli mesin laser cutting dan juga peralatan pengelasan robotic. Langkah ini diambil untuk merespons kondisi pasar industri yang sedang berubah.
ujar Lawer dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (16/2/2026).
Memang, pasar saat ini sedang transisi menuju efisiensi tinggi lewat digitalisasi. Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tekanan dari fluktuasi harga bahan baku yang tak menentu. Kabar baiknya, permintaan dari dalam negeri masih terbilang kuat dan jadi penopang utama bisnis.
Nah, untuk menjawab tantangan itu, perseroan menerapkan strategi khusus di beberapa divisi. Misalnya di Divisi Cable Ladder, Divisi Fire Door, dan Racking dengan sistem 2 way dan 4 way. Harapannya, dengan teknologi tinggi, mereka bisa menghemat anggaran dan menekan biaya operasional.
Artikel Terkait
BEI Rilis Daftar Saham Berkepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Terancam MSCI
KB Bank Bangkit dari Kerugian Triliunan, Catat Laba Rp66,59 Miliar di 2025
Pasar Saham AS Berakhir Bervariasi Usai Ketegangan Timur Tengah Mereda
BEI Umumkan Daftar 10 Saham dengan Kepemilikan Paling Terkonsentrasi