Menurut sejumlah warga, masalah ini bukan hal baru. "Hampir tiap musim hujan begini. Airnya datang, menggenang, baru surut setelah beberapa hari," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini, beberapa titik di area pemakaman masih terendam.
Di sisi lain, harapan warga sebenarnya sederhana. Mereka ingin ada solusi permanen dari pihak berwenang. Banjir yang berulang-ulang di tempat peristirahatan terakhir ini jelas mengganggu dan menambah beban kesedihan. Perlu ada penanganan serius, tidak sekadar reaktif saat air sudah meluap.
Artikel Terkait
Tegang di Selat Taiwan, PM Jepang Ingatkan Aliansi dengan AS Bisa Runtuh
Komisi Yudisial Desak Tambahan Anggaran dan Revisi UU di Hadapan DPR
Inisiatif Damai Trump: Hanya Eropa yang Menonton, Dunia Pilih Berdiam
Dari Tuduhan ke Tangan Terbuka: Gelombang Dukungan untuk Tukang Es Gabus Sudrajat