Menurut sejumlah warga, masalah ini bukan hal baru. "Hampir tiap musim hujan begini. Airnya datang, menggenang, baru surut setelah beberapa hari," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini, beberapa titik di area pemakaman masih terendam.
Di sisi lain, harapan warga sebenarnya sederhana. Mereka ingin ada solusi permanen dari pihak berwenang. Banjir yang berulang-ulang di tempat peristirahatan terakhir ini jelas mengganggu dan menambah beban kesedihan. Perlu ada penanganan serius, tidak sekadar reaktif saat air sudah meluap.
Artikel Terkait
Mantan Kekasih Diamankan Diduga Tewaskan Mahasiswi di Dumai
Ketua Komisi VIII Tak Sadar Ada Upaya Pengkondisian Pansus Haji oleh Yaqut
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan