Es Gabus Dituduh Spons, Pedagang Bogor Dipaksa Makan Dagangannya Sendiri

- Selasa, 27 Januari 2026 | 12:54 WIB
Es Gabus Dituduh Spons, Pedagang Bogor Dipaksa Makan Dagangannya Sendiri

Sabtu lalu di Kemayoran, suasana panas terik tiba-tiba berubah mencekam bagi Sudrajat. Pedagang es gabus berusia 50 tahun itu didatangi oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tempat ia biasa berjualan. Mereka punya tuduhan yang aneh: es gabus jualan Sudrajat katanya terbuat dari spons.

Adegan yang kemudian viral itu sungguh memilinkan. Es gabus itu diremas-remas oleh aparat hingga cairannya tumpah ke lantai. Sisa es yang dituduh sebagai spons itu, alih-alih diperiksa lebih lanjut, malah dijepit dan dijebloskan paksa ke mulut Sudrajat sendiri.

Beberapa hari kemudian, ketakutan masih membayangi Sudrajat saat ditemui di rumahnya yang sederhana di sebuah gang di Bojonggede, Bogor. Ia mengaku trauma dan tak berani lagi kembali berjualan ke Kemayoran.

"Begini, dia (aparat) beli es kue. Kata polisi, 'Bang es kue, Bang, beli empat.' Terus dibejek-bejek, terus dilempar kena saya es kuenya," ujar Sudrajat memulai ceritanya, Selasa (27/1).

Ia menggambarkan situasi yang semakin kacau. Orang-orang mulai berkerumun, termasuk perangkat RT, RW, hingga lurah. Di tengah kerumunan itulah, kekerasan fisik terjadi.

"Iya, saya digampar, ditonjok semua, ditendang," katanya dengan suara bergetar.

"Saya ditonjok, ditendang pakai sepatu bot. Sampai terpental. Enggak ada minta maaf sama sekali semuanya, enggak ada," lanjutnya.

Padahal, Sudrajat berulang kali berusaha membela diri. Ia bersikeras barang jualannya adalah es sungguhan. "Bukan kayak kapas bedak, ini es asli, es kue," ujarnya mencoba meyakinkan. Sayangnya, penjelasan itu tak digubris.

Perlakuan tak berhenti di situ. Ia bahkan disuruh berdiri dengan satu kaki diangkat, sebuah hukuman yang mempermalukan di depan umum.

"Saya begini," katanya sambil memperagakan posisi itu.

Lalu, dengan nada sedih, ia menambahkan, "Saya... mau diminumi air comberan, pakai ginian." Tangannya membuat gerakan seolah meminum dari gelas.

Permintaan Maaf yang Muncul Belakangan

Belakangan, kedua aparat yang terlibat Aiptu Ikhwan Mulyadi (Bhabinkamtibmas) dan Heri (Babinsa) akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf itu muncul setelah hasil uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat keluar. Hasilnya jelas: produk es Sudrajat aman dikonsumsi, bukan spons.

Dalam video permintaan maaf, mereka menyatakan, "Kami... menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial."

Mereka berdalih tindakan itu adalah respons cepat atas laporan warga yang khawatir. Namun, mereka mengakui telah tergesa-gesa.

"Kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu," ujar mereka.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau."

Permintaan maaf itu kini terdengar. Tapi bagi Sudrajat, rasa sakit dan trauma akibat peristiwa di tengah teriknya hari Sabtu itu, mungkin tak semudah itu menguap.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar