Selasa pagi (13/1) masih menyisakan genangan di sejumlah titik Ibu Kota. Laporan terbaru dari BPBD DKI Jakarta, yang dirilis sekitar pukul tujuh pagi, menunjukkan situasi banjir belum sepenuhnya surut. Tercatat, air masih menggenangi 22 RT dengan ketinggian yang bervariasi, bahkan ada yang mencapai 35 sentimeter.
"Saat ini terdapat 22 RT dan 5 ruas jalan tergenang,"
demikian bunyi keterangan resmi dari BPBD. Wilayah yang paling parah terdampak? Jakarta Utara dan Jakarta Barat masih menjadi yang teratas.
Yang cukup memprihatinkan, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Jumlah pengungsi dilaporkan mencapai sekitar 1.137 jiwa. Sebagian besar, lagi-lagi, berasal dari wilayah Jakarta Utara.
Kalau dirinci, begini kondisi persebaran wilayah genangannya.
Jakarta Barat mencatat 9 RT yang terendam. Di Kelurahan Tegal Alur, lima RT tergenang dengan air setinggi 30 hingga 35 cm. Sementara itu, di Kedoya Selatan, empat RT dilaporkan terendam sekitar 30 cm.
Jakarta Utara sendiri lebih parah, dengan 13 RT terdampak. Genangan tersebar di beberapa titik: Kalibaru (1 RT, 30 cm), Semper Barat (3 RT, 30 cm), dan Sukapura (1 RT, 30 cm). Di Lagoa, dua RT terendam air 10-15 cm. Lalu, satu RT di Tanjung Priok tergenang 25 cm. Titik terdalam ada di Warakas, di mana lima RT dilaporkan terendam hingga 35 sentimeter.
Sementara itu, para pengungsi tersebar di berbagai titik pengungsian. Di Jakarta Barat, Tegal Alur menampung 153 jiwa di rusun dan RPTRA Alur Anggrek.
Namun begitu, beban terberat ada di Jakarta Utara. Kalibaru menampung 68 jiwa di sebuah gedung pelayanan masyarakat. Rusun Embrio di Semper Barat dipadati 625 jiwa, sementara sebuah bengkel mobil di Sukapura menjadi tempat singgah sementara bagi 91 warga. Di Lagoa, masjid dan sekretariat RW menampung 25 jiwa. Konsentrasi pengungsi terbesar di Warakas, tersebar di tiga tempat ibadah dengan total 175 jiwa.
Pemandangan ini tentu mengingatkan kita bahwa ancaman banjir masih nyata. Meski air perlahan surut, puluhan RT itu masih terisolasi, dan ribuan warga belum bisa kembali ke rumah mereka.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara
Unpad Nonaktifkan Guru Besar Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswi Asing