"Saya begini," katanya sambil memperagakan posisi itu.
Lalu, dengan nada sedih, ia menambahkan, "Saya... mau diminumi air comberan, pakai ginian." Tangannya membuat gerakan seolah meminum dari gelas.
Permintaan Maaf yang Muncul Belakangan
Belakangan, kedua aparat yang terlibat Aiptu Ikhwan Mulyadi (Bhabinkamtibmas) dan Heri (Babinsa) akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf itu muncul setelah hasil uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat keluar. Hasilnya jelas: produk es Sudrajat aman dikonsumsi, bukan spons.
Dalam video permintaan maaf, mereka menyatakan, "Kami... menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial."
Mereka berdalih tindakan itu adalah respons cepat atas laporan warga yang khawatir. Namun, mereka mengakui telah tergesa-gesa.
"Kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu," ujar mereka.
"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau."
Permintaan maaf itu kini terdengar. Tapi bagi Sudrajat, rasa sakit dan trauma akibat peristiwa di tengah teriknya hari Sabtu itu, mungkin tak semudah itu menguap.
Artikel Terkait
Dari Tuduhan ke Tangan Terbuka: Gelombang Dukungan untuk Tukang Es Gabus Sudrajat
TPU Kebon Nanas Disulap, 2.500 Petak Makam Baru Gantikan Permukiman Liar
Gus Ipul Pacu Digitalisasi Bansos, Uji Coba Dimulai dari Banyuwangi
BGN Larang Bawa Pulang Makanan Gratis, Sekolah Wajib Awasi Konsumsi di Tempat