"Ijazahnya asli, pemiliknya yang palsu." Mungkin itu adalah cara membungkus yang paling pas di saat itu. Coba bayangkan kalau sejak awal dia langsung ekstrem: "Ijazahnya palsu, pemiliknya juga palsu!" Bisa-bisa imajinasi publik malah tidak berkembang. Rocky pun akan mudah dicap bermuatan sentimen, bukan sedang berargumen seperti klaimnya selama ini.
Tapi sekarang? Situasinya sudah berubah. Kalau pun hari ini Rocky bilang ijazah dan pemiliknya sama-sama palsu, mungkin publik sudah bisa memaklumi. Tapi rasanya, bukan kesaksian seperti itu yang akan dia sampaikan di Polda nanti.
Seperti yang selalu dia tegaskan, kasus ijazah ini pada hakikatnya bukan perkara hukum. Ini adalah kasus moral. Sebuah pertanyaan warga negara pada presidennya tentang kejujuran yang hilang. Dan sampai detik ini, kejujuran itu tak kunjung kembali.
Rocky Gerung pernah mengatakan dengan jelas:
[Video pernyataan Rocky: Ijazahnya asli, pemiliknya palsu]
Artikel Terkait
Gempa 5,7 SR Guncang Pacitan, Layanan Kereta di Yogya dan Surabaya Sempat Terhenti
DPR Sahkan Delapan Poin Reformasi Polri, Kini Giliran Eksekusi
Cemburu Buta Berujung 14 Jahitan di Paha Korban di Jetis
Jokowi dan Dubes Belanda Ngobrol Santai di Solo, Bahas Iklim hingga Pangan