Merasa terancam, Putra Simamora pun segera meninggalkan lokasi. Ia lalu menghubungi Kepala Desa AD dan melaporkan kejadian tersebut.
Tak lama setelah mendapat kabar, sang kepala desa langsung mendatangi TKP. Dan yang dilihatnya di sana, Hairul masih membawa senapan angin.
“Setelah melihat hal tersebut, kepala desa pun berkata kepada Hairul ‘kalau memang main senjata, kita oke’,” sambung Bontor menirukan ucapan AD.
Usai mengucapkan kalimat itu, sang kepala desa langsung mengeluarkan airgun dari pinggangnya. Melihat aksi itu, Hairul justru memilih kabur sambil membawa senapannya.
Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki apakah senjata angin itu sempat ditembakkan oleh salah satu pihak. Yang pasti, dua senjata angin sudah diamankan sebagai barang bukti: satu pucuk air gun merek Glock 19 dan satu pucuk senapan angin merek Marauder.
Status AD, sang kepala desa, juga masih belum jelas. Pihak kepolisian belum menetapkannya sebagai tersangka.
“Belum (tersangka). Belum ada juga yang buat laporan. Masih dilakukan pendalaman,” pungkas Bontor menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional