Kasus penipuan cinta atau love scamming terus merajalela. Ribuan orang sudah terjebak, dengan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Sungguh angka yang fantastis dan memilukan.
Bayangkan suasana ini: di lantai dua sebuah rumah mewah di kawasan Gading Serpong, Tangerang, beberapa pria asyik menatap layar ponsel dan komputer. Mereka begitu fokus, sampai-sampai tak menyadari kedatangan petugas dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang tiba-tiba menyergap.
"Hands up!" teriak salah satu petugas. Barulah mereka kaget. Dengan refleks, tangan diangkat. Beberapa dari mereka bahkan hanya mengenakan piyama atau bertelanjang dada saat digelandang keluar ruangan. Total, ada 14 orang yang diamankan dalam penggerebekan tanggal 8 Januari 2026 itu.
Yang menarik, masalahnya bukan cuma soal izin tinggal. Dari 14 orang tersebut 13 warga Tiongkok dan 1 warga Vietnam ternyata sedang menjalankan operasi love scamming. Fakta itu terkuak dari percakapan di perangkat mereka. Bahkan, petugas menemukan foto dan video intim yang diduga hasil panggilan video call sex dari para korban. Rekaman itulah yang kemudian dipakai untuk memeras.
Korbannya kebanyakan warga Korea Selatan yang tinggal di luar Indonesia. Modusnya? Pelaku mengumpulkan data calon korban, diduga dari pasar gelap. Lalu, mereka menggunakan aplikasi Telegram yang disambungkan ke sistem AI bernama Hello GPT. AI inilah yang bisa membalas pesan secara otomatis, menipu korban seolah sedang diajak bicara oleh manusia sungguhan.
“Pelaku menghubungi calon korban dengan mengaku sebagai seorang wanita muda dan membangun hubungan emosional, mengirimkan pesan, dan berkomunikasi secara intens,” jelas Plt Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas, Yuldi Yusman, di Jakarta pada Senin (19/1).
Namun begitu, penggerebekan di Gading Serpong itu bukan akhir cerita. Setelah menganalisis barang bukti dengan perangkat lunak forensik digital Cellebrite, petugas menemukan lokasi operasi lain. Hingga 16 Januari, sudah 27 WNA yang diamankan dari satu sindikat yang sama, tersebar di Tangerang dan Tangerang Selatan.
“Sindikat ini dikendalikan oleh jaringan lintas negara. Pendanaan diduga berasal dari seorang penyandang dana di Tiongkok berinisial ZH. Sedangkan operasional harian di Indonesia dipimpin oleh ZK sebagai bos besar, dengan pelaksana lapangan berinisial ZJ (alias Titi) serta pasangan suami istri CZ dan BZ,” papar Yuldi.
Modus yang Makin Beragam dan Canggih
Rupanya, ‘pabrik’ penipuan semacam itu bukan cuma satu. Belum genap sebulan sebelumnya, tepatnya 5 Januari, polisi menggerebek sebuah ruko di Jalan Gito-Gati, Sleman, Yogyakarta. Skalanya jauh lebih besar.
Sebanyak 64 orang diamankan dari sebuah perusahaan bernama PT ATSCY. Enam di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang mencengangkan, perusahaan ini kerap membuka lowongan kerja di media sosial dengan gaji menggiurkan, Rp 3 hingga 6 juta per bulan. Mereka beroperasi bak perusahaan profesional, menargetkan korban di AS, Kanada, Australia, dan Inggris.
Para karyawan disuruh berperan sebagai perempuan, membujuk korban untuk membeli koin di aplikasi kencan daring. Imbalannya? Korban diberi akses konten pornografi. Pola kerja yang terstruktur rapi ini mirip dengan cerita Adam bukan nama sebenarnya yang pernah terjebak jadi operator love scam di Myanmar.
Adam mengaku direkrut dengan janji kerja sebagai customer service Amazon. Nyatanya, ia dipaksa jadi penipu. Setiap hari hampir 20 jam, ia harus menjalankan peran sebagai wanita kaya raya pemilik bisnis kakao dari Amerika.
“Kita bekerja (menyamar) sebagai wanita …punya usaha cocoa (kakao). Kita juga menjalankan investasi jangka pendek. Cerita: setiap bulan kita itu dengan tim pasti pergi ke panti asuhan untuk kegiatan sosial,” ungkap Adam.
Modusnya halus. Ia punya naskah lengkap untuk membangun kepercayaan. Baru setelah korban terikat secara emosional, ajakan berinvestasi kripto mulai dilontarkan. Lalu, bagaimana jika korban minta bukti via video call? Mereka punya solusi.
“Jadi kita nge-arrange untuk si modelnya itu. Kita pergi ke ruang model, baru mereka ngobrol sama model kita,” tutur Adam.
Model-model yang kebanyakan dari Rusia atau China itu dibayar khusus untuk berakting. Mereka akan mengaku berdarah campuran Amerika-Malaysia untuk menutupi aksen asing.
Mengapa Bisa Marak di Indonesia?
Data dari Komunitas Relawan Siaga Cerdas-Waspada Scammer Cinta (RSC-WSC) menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Tahun 2016, baru 19 korban dengan kerugian Rp 2,6 miliar. Tahun 2020, melonjak jadi 199 korban dan kerugian Rp 12,6 miliar. Trennya terus naik. Per Juli 2025 saja, 58 korban sudah rugi Rp 18,8 miliar.
Menurut Ketua RSC-WSC Diah Agung Esfandari, angka sebenarnya mungkin lebih besar. Data yang dipublikasikan hanya yang punya bukti sahih untuk dilaporkan ke polisi.
“Kadang-kadang (data) kita publikasikan karena sesuai persetujuan. Jadi sebetulnya ada yang lebih (banyak kasusnya) daripada itu, tapi enggak kita publikasikan, karena itu hak mereka (korban),” kata Diah.
Di sisi lain, OJK melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat ratusan ribu aduan scamming dengan total kerugian mencapai triliunan rupiah. Khusus love scam hingga akhir 2025, ada 3.494 laporan dengan kerugian Rp 49,19 miliar. Fantastis.
Lalu, kenapa Indonesia jadi sasaran operasi mereka?
Menurut Sri Wiyanti Eddyono dari Fakultas Hukum UGM, ini pertanda lemahnya penegakan hukum kita. “Kalau sekarang pindahnya ke Indonesia, ya berarti itu mengindikasikan Indonesia sedang parah sistem hukumnya, sehingga kejahatan seperti itu menjadi subur,” ujarnya.
Pendapat senada datang dari Kasubdit Pengawasan Keimigrasian, Arief Eka Riyanto. Para pelaku WNA memilih Indonesia untuk menghindari hukuman berat di negara asal. Target mereka warga asing di luar negeri, sehingga minim laporan yang masuk ke otoritas Indonesia. Mereka juga rajin berpindah tempat tiap setahun sekali untuk menghilangkan jejak.
“Mereka beroperasi di Indonesia karena menghindari hukum di negaranya. Jika mereka melakukan penipuan di negaranya dan korbannya warga negara sana, mereka akan dihukum berat,” jelas Arief.
Lalu, Bagaimana Melawan dan Mencegahnya?
Wiyanti menegaskan, patroli siber saja tak cukup. Diperlukan pendekatan menyeluruh, dari sistem peringatan dini hingga pengawasan platform digital yang lebih ketat. Aparat juga harus responsif, mengingat pelaku sering menggunakan teknologi seperti deepfake untuk menyamarkan identitas.
“Harus didukung dengan adanya kebijakan yang jelas bahwa memang peristiwa-peristiwa love scam ini bisa masuk kategori penipuan dalam konteks (UU) ITE,” ucapnya.
Dari sisi hukum, instrumen sebenarnya sudah ada. Mulai dari UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, hingga UU TPKS. Margareth Robin Korwa dari KemenPPPA menyebut, pelaku yang memeras dengan konten intim bisa dijerat Pasal 14 UU TPKS, dengan ancaman penjara hingga 4 tahun dan denda Rp 200 juta.
Tapi, Margareth mengakui pembuktiannya tidak mudah. Apalagi dengan berlakunya KUHP baru yang menuntut pembuktian yang sangat jelas. Karena itu, edukasi di tingkat keluarga menjadi kunci. Waspadai profil media sosial yang terlihat “terlalu sempurna”.
“Apalagi kalau orang yang baru dikenal itu sudah mulai bercerita tentang hidup mereka, mulai memberikan iming-iming... dan apalagi kalau sudah mulai diajak video call,” kata Margareth.
Diah dari RSC-WSC menambahkan, pelaku biasanya menggunakan teknik love bombing membanjiri korban dengan kata-kata sayang berlebihan. Lalu, mereka mulai dengan tes kecil, misalnya minta transfer Rp 50 ribu karena lupa dompet. Nilainya akan membesar seiring waktu.
“Misalnya kemarin Rp 50 ribu kena (ditransfer), terus (nanti) jadi Rp 500 ribu, jadi Rp 100 juta… Kalau enggak ada uang, tesnya (minta) foto atau video vulgar,” kata Diah.
Sayangnya, menurut pengalaman di komunitasnya, uang korban yang sudah ditipu hampir tak pernah kembali. Meski begitu, IASC OJK melaporkan telah berhasil mengembalikan dana korban penipuan digital senilai Rp 161 miliar, termasuk dari modus love scam.
Jika Anda menjadi korban, langkah pertama adalah melapor secepatnya. Prosedurnya, laporkan ke IASC dengan menyertakan bukti dan dokumen terkait, termasuk Laporan Pengaduan dari Kepolisian.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Rudy Masud Minta Maaf soal Renovasi Rumah Dinas Rp25 Miliar, Janji Biayai Sendiri Item Non-Kedinasan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Kini Rp2,809 Juta Per Gram
Mahfud MD: Hukum Jamin Hak Pro dan Kontra soal Prabowo, Tapi Pemakzulan Punya Syarat Berat
Raptors Samai Kedudukan Usai Kalahkan Cavaliers 93-89 di Laga Keempat Playoff NBA