Fidan juga menegaskan komitmen Turkiye. Ia meyakini, sebuah masa depan di mana suara rakyat Gaza didengar dan hak-hak mereka dilindungi bukanlah hal mustahil. Hidup dalam damai, katanya, adalah sesuatu yang bisa diwujudkan.
Di sisi lain, inisiatif pembentukan dewan ini sendiri sebelumnya telah diumumkan oleh Gedung Putih. Pengumuman itu bersamaan dengan persetujuan pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Badan ini adalah satu dari empat yang ditugaskan mengelola fase transisi di wilayah tersebut.
Waktu pembentukannya pun punya makna. Ini bertepatan dengan dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata yang menghentikan perang Israel di Gaza. Konflik yang berkecamuk sejak Oktober 2023 itu telah memakan korban jiwa yang sangat besar: lebih dari 71.000 tewas dan 171.000 lainnya luka-luka.
Secara lebih luas, langkah ini merupakan bagian dari rencana 20 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump. Rencana itu kemudian diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB lewat Resolusi 2803 pada November tahun lalu.
Artikel Terkait
Senapati Nusantara Gelar Rakernas, Tosan Aji Diharap Tak Sekadar Pusaka
Eksekusi Hotel Sultan Tersendat, Pemerintah Tuding Ada Manuver Penguluran Waktu
Listrik 99 Persen Pulih, Tito Karnavian Soroti Kemajuan Pascabencana Sumatera
KSAD Buka Suara Soal WNI Jadi Tentara Asing: Di Sini Gratis, Tak Perlu Bayar