Di depan kerumunan wartawan, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang akrab disapa Noel melontarkan kritik pedas. Ia merasa diperdaya saat terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK. OTT itu sendiri berkaitan dengan kasus dugaan pemerasan dalam proses sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
“KPK lebih banyak nipunya. Berbohongnya,” ujar Noel dengan nada tinggi, sebelum memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1).
“Harus dicatat. Mereka digaji rakyat, bukan untuk berbohong. Hampir semua kasus OTT itu sebenarnya Operasi Tipu-tipu. Dilakukan oleh para ‘konten kreator’ yang berkantor di Gedung Merah Putih itu,” tambahnya, menyiratkan ironi.
Menurut pengakuannya, awal mula penangkapan itu bermula dari ajakan untuk klarifikasi. Namun situasinya berubah drastis.
“Ya, waktu OTT dulu, mereka bilang, ‘Pak, datang ke kantor saya.’ Saya tanya, ‘Mau ngapain?’ Kata mereka, ‘Ada klarifikasi, mau dikonfrontir.’ Pas saya datang, paginya langsung saya di-TSK-in,” jelas Noel, menggambarkan momen itu.
Ia juga bercerita soal pertanyaan KPK tentang aset mobilnya. Noel mengaku memberikan informasi yang diminta, tapi kemudian merasa dikhianati oleh framing yang diberikan ke publik.
“Kemudian, ‘Pak, mobil-mobil Bapak mana semuanya?’ Saya kasih tahu. Besoknya, saya diframing punya 32 mobil hasil pemerasan,” ungkapnya.
“Lanjut lagi, ‘Pak, kooperatif saja, Pak. Nanti ini…’ dan seterusnya. Besoknya, saya diframing dapat Rp201 miliar dari pemerasan. Padahal mana ada?” tambah Noel dengan geram.
Karenanya, ia punya pesan keras untuk lembaga antirasuah itu. “Kalau KPK main-main dalam hal ini, jangan salahkan rakyat punya cara sendiri mengatasi kelicikan ini. Mereka selalu bohong dalam framing-nya. Yang dibohongi Presiden, yang dibohongi rakyat. Kasus ASDP contohnya. Mereka malah berpolitik,” tuturnya.
Artikel Terkait
Kapolri Sigit Lebih Pilih Dicopot Ketimbang Polri Dibawah Kemendagri
Kemkominfo Blokir 2,8 Juta Konten, Mayoritas Situs Judi Online
Wamen Haji Desak MUI Keluarkan Fatwa Soal Haji dengan Uang Haram dan Jalur Ilegal
Sengketa Tanah Berujung Maut, Saudara Tewas Dibacok di Jember