Di Pontianak, Kalimantan Barat, seorang pria akhirnya berhasil diamankan polisi. Dia adalah A Hamid, yang lebih dikenal dengan panggilan Boy. Tak main-main, pria ini disebut-sebut sebagai bagian dari jaringan bandar narkoba besar pimpinan Erwin Iskandar atau Ko Erwin.
Operasi penangkapan ini digarap oleh tim gabungan. Ada Subdit IV Dittipid Narkoba Bareskrim Polri yang bekerja sama dengan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC). Pimpinan di lapangan ada di tangan Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury.
Kombes Kevin Leleury memberikan konfirmasinya pada Kamis lalu.
Rupanya, Boy berusaha kabur. Namun, upayanya itu gagal. Dia diamankan di sebuah rumah kontrakan di Pontianak, setelah sebelumnya melarikan diri dari Bima, NTB. Tujuannya jelas: menghindari proses hukum.
Ini bukan penangkapan biasa. Prosesnya butuh penyelidikan intensif dari tim gabungan untuk melacak dan memastikan lokasi persembunyiannya. Setelah ditangkap, Boy langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.
Artikel Terkait
Trump Izinkan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia AS, tapi Ingatkan Ancaman Keselamatan
Miliano Jonathans Dipastikan Absen Hingga Akhir 2026 Akibat Cedera ACL
KPK Beberkan Peran Sentral Stafsus Menag dalam Skema Fee Percepatan Haji
Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu