Di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Senin lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan capaian yang cukup mengejutkan. Menurutnya, operasi pemberantasan narkoba Polri sepanjang 2025 disebut telah menyelamatkan nyawa hingga 1,79 miliar jiwa. Angka itu ia sampaikan dengan nada serius, di tengah paparan panjang tentang strategi dan kerja nyata institusinya.
“Kami mengamankan 5,9 ton barang bukti senilai Rp 41 triliun,” ujar Sigit.
“Dan apabila ini beredar di masyarakat, dampaknya bisa sangat luas. Inilah yang kami hitung sebagai upaya penyelamatan jiwa, mencapai 1,79 miliar.”
Strategi yang dijalankan Polri ternyata tidak main-main. Sigit membeberkan lima program utama yang jadi tulang punggung operasi. Mulai dari membongkar jaringan narkoba, baik yang bersifat nasional maupun internasional, hingga mengawasi ketat setiap pintu masuk negara. Yang menarik, mereka juga fokus mentransformasi kawasan rawan.
“Kami berusaha fokus mengubah 228 kampung narkoba menjadi 118 kampung yang bebas dari barang haram itu,” katanya.
Namun begitu, kerja berat ini tentu tak bisa dilakukan sendirian. Sigit mengakui, keberhasilan mengubah sebuah ‘kampung narkoba’ sangat bergantung pada keterlibatan banyak pihak.
“Kami perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat di desa tersebut, pemerintah daerah, dan semua unsur lain. Baru transformasi itu bisa betul-betul jalan,” ujarnya menegaskan.
Artikel Terkait
Gus Yasin Soroti Kondisi Hutan Lindung Usai Banjir Bandang Landa Pemalang
Gemuruh di Tengah Malam, Kampung Pasir Kuning Lenyap Ditelan Banjir Bandang
Noel Beri Sinyal ke Purbaya: Siap-siap, Nasib Kita Bisa Sama
Keluarga Berangkulan Ditemukan di Reruntuhan Longsor Pasirlangu