Polisi Terima Laporan Damai Hari Lubis, Ahmad Khozinudin Sindir Strategi Pecah Belah
Kabarnya, kepolisian sudah menerima laporan yang dilayangkan Damai Hari Lubis. Menanggapi hal ini, advokat Ahmad Khozinudin punya pandangan keras. Menurut dia, langkah itu bukan sekadar urusan hukum biasa. Ada aroma politik yang kuat di dalamnya, bagian dari upaya memecah belah barisan aktivis yang selama ini vokal mengkritik Presiden Joko Widodo, terutama soal polemik ijazah.
Komentarnya muncul setelah informasi soal laporan DHL itu beredar di beberapa grup WhatsApp. Rencananya, kuasa hukum Eggi Sudjana juga akan melapor.
“Laporan ini tidak berdiri sendiri,” ujar Ahmad Khozinudin lewat keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).
“Ini adalah kelanjutan dari strategi pecah belah yang sudah lama dijalankan, dan kini diarahkan untuk menghantam sesama pejuang.”
Ia menegaskan, soal penyebutan ‘pengkhianat’ untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bukanlah fitnah darinya. Label itu, katanya, muncul dari reaksi publik dan rekan seperjuangan sendiri. Pemicunya adalah kunjungan ES dan DHL ke Solo untuk menemui Presiden Jokowi, tanpa diketahui atau disetujui organisasi mereka, TPUA.
Nah, pasca kunjungan itu, yang terjadi justru menarik. Eggi Sudjana malah memecat sejumlah tokoh TPUA. Di antaranya Rizal Fadilah, Muslim Arbi, Azam Khan, dan beberapa nama lain. Sementara itu, Damai Hari Lubis justru diangkat jadi Sekjen TPUA.
“Ini bukan sekadar kunjungan,” tegas Ahmad.
“Ini adalah titik balik pengkhianatan terhadap perjuangan kolektif.”
Artikel Terkait
Sigit Sebut Bhabinkamtibmas Superman di Tengah Kesenjangan Jumlah
Pramono Anung Turun Langsung, 200 Ekskavator Dikerahkan untuk Antisipasi Banjir Jakarta
Dinasti Politik: Ketika Demokrasi Hanya Milik Segelintir Nama
Rapat Tertutup Komisi I Bahas Strategi Pertahanan 2025-2026